"25.10" : buku yang menyita perhatian saya...

4:42:00 AM

Hari ini saya pulang dari kampus sekitar pukul lima sore setelah seharian "ngendon" dikampus buat belajar persiapan ujian akhir semester. Rasanya capek banget, setelah paginya berangkat ke kampus jalan kaki--padahal biasanya naek motor. Begitu sampe rumah, tiba2 liat ada bungkusan paket JNE. Kalo dulu sih, saya bakal mikir ini paket dari Jepang, tapi terus saya ingat ada satu paket yang emang udah saya tunggu2, dan tepat. Paket itu dikirim oleh kakak kelas saya jaman SMA dulu yang sangat saya kagumi, mas Aichiro Suryo Prabowo. Beliau menulis sebuah buku yang diterbitkan sendiri berjudul "25.10" yang berarti tanggal 25 Oktober. Percaya atau nggak, satu setengah jam kemudian setelah saya buka paket itu, tiba2 pikiran saya merasa tergerak setelah satu persatu dari cerita dalam buku itu saya habiskan sampai akhir dan saya langsung kepingin menulis menulis menulis dan mengutarakan pikiran saya lewat blog. Mau tau kenapa?

The book and me

Buku "25.10" berisikan cerita pendek yang terdiri dari sekitar 23 judul. Diantaranya adalah puisi. Semuanya menceritakan kejadian sehari-hari, bener2 kejadian sederhana yang terjadi sehari-hari, tapi kita tidak akan menyangka di balik cerita sehari-hari tersebut ada sebuah renungan panjang, baik renungan untuk diri sendiri, maupun renungan untuk bangsa ini. Ada beberapa judul yang saya sangat suka, seperti "Ketika Jakarta Kembali Memanggil", "Menu spesial hari ini: Bubur", "Mahasiswa dalam sorot kamera", "'t Lekkerste Restaurant, sebuah cerita bersambung", "Kareta Kabungah", dan "Republik Gampang Lupa". melalui buku "25.10" ini, mas Chiro membuat saya berpikir, memang setiap manusia butuh untuk berhenti sejenak dalam hidupnya, bahwa kesenangan tiap manusia itu tidaklah sama, bahwa penyesalan itu sebenarnya adalah sebuah titik untuk membuat perubahan, bahwa mahasiswa itu punya peran yang "maha", dan masih banyak lagi renungan.

Begitu selesai membaca, saya langsung kepingin untuk share melalui blog saya, saking banyaknya pikiran2 yang kemudian melintas dikepala saya setelah membaca buku ini.Buku ini membuat saya berhenti sejenak dan melihat kebelakang untuk sesaat. Banyak adegan dalam hidup saya yg mirip2 dengan kisah2 dalam buku ini. Tapi dari buku ini saya bisa melihat pandangan yang berbeda dan membuat saya berpikir, "ya Tuhan, kenapa saya berpikiran begitu sempit menghadapi persoalan hidup?" Saya rasa buku ini bisa membuka wawasan kita dan cara pandang kita terhadap sesuatu.

Yang menarik lagi, disetiap akhir cerita dan pergantian judul, selalu dilengkapi dengan quote dari twit-nya mas Chiro yang menurut saya singkat, padat, tapi tepat sasaran. Saya suka sekali twit itu dan jadi pingin meng-quote tiap kali ada kesempatan! :p

Salah satu judul cerita favoritku, dengan quote twit-nya
Saya jadi ingat semasa SMA dulu, saya kenal mas Chiro cukup baik dan bahkan sempet jadi tim suksesnya sewaktu beliau mencalonkan diri jadi ketua OSIS (yg kemudian terpilih!). Selama mengenal mas Chiro itulah saya mengenal banyak hal baru dan mencoba hal2 baru, seperti ikut OSIS, ikut organisasi ini-itu, mencoba berbagai program exchange student, semacam mengekor kariernya mas chiro gitu. Yah, walaupun nggak bisa sesukses mas chiro, tapi setidaknya saya mencoba dan memiliki pengalaman dan wawasan ttg hal2 tersebut. Berkerja sama dengan mas Chiro bener2 bikin saya berpikir luas dan selalu berani, berani mencoba, berani berubah, berani mencurahkan pemikiran2 kita, dsb. Saya rasa mas Chiro memang orang yang seperti itu, sehingga orang2 yang ada disekitarnya pun ikut kena influencenya. Saya punya keyakinan bahwa mas Chiro ini pasti besok bakal jadi "orang". jadi "seseorang". Jadi "sesuatu" (bukan versinya Syahrini lho ya...). Dan buku ini merupakan salah satu stepnya beliau, bagaimana beliau meng-influence saya.

Dan payahnya saya disini adalah, begitu berhenti mengekor sama mas Chiro saya seperti kehilangan arah. Saya bukan seperti jaman SMA dulu. Mungkin ini yg namanya labil ya? agak malu juga sih 21 tahun masih labil :p. Begitu membaca bukunya mas Chiro ini, saya langsung tepikirkan kembali, mas Chiro udah semakin maju sementara saya merangkak di tempat. Saya masih inget dulu baca tulisannya mas Chiro lewat FB, sekarang malah udah jadi buku. Saya sudah menulis dua blog, tapi masih jadi mahasiswa kedokteran. Hahahahahaha.... sudah saatnya saya merubah pandangan terhadap hidup saya, menjadi mahasiswa kedokteran bukanlah kambing hitam atas segala kesulitan hidup saya, tapi justru suatu kelebihan. Tunggu saya ya, saya pasti akan menyusul mas Chiro dengan cara saya sendiri! hehehehe.

Stop mengekor and be my self!

Thanks buat mas Chiro atas buku dan inspirasinya!

Tertarik? follow twitnya: @AichiroSuryo

You Might Also Like

0 comments

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!