Thursday, February 16, 2012

one day trip: Wonosobo, beauty beauty and beauty


 Haiii!!! Kembali lagi berbagi cerita setelah saya menyelesaikan perjalanan sehari di Wonosobo saya seminggu yang lalu. Mau tau apa saja petualangan saya dan tempat2 yg bisa diraih dalam waktu satu hari? Singkat saja, simak petualangan saya berikut :
saya dan teman2 :D

first of all, saya harus mengucapkan terimakasih kepada teman saya Nur Adini Rahmawati yang sudah menjadi “host” dan penanggung jawab sekailgus sebagai duta pariwisata utk saya dan teman2 selama berpinik ke wonosobo. Kemana saja kami? Yang jelas tujuan utama dan obyek wisata utama: DATARAN TINGGI DIENG!

Di daerah perbukitan/ dataran tinggi/ gunung (saya ngga tau lebih tepat disebut apa) Dieng, ada byk sekali obyek wisata alam, mulai dari kawah, telaga, taman bunga, sampai Candi Konon, candi2 ini adalah tempat bertapanya raja2 atau dewa2 jaman baheula.
sunrise di Dieng


Perjalanan saya dan teman2 bermula sejak matahari terbit. Destinasi pertama adalah GARDU PANDANG

Letaknya cukup tinggi (kurang tahu juga seberapa tinggi). Ada apa disana? Nggak ada apa2. hanya gardu pandang beserta pemandangan sunrise yang indah. So romantic and beautiful . Tempat ini cocok utk foto2, menikmati sunrise dan bercengkrama dengan yg dikasihi, walau tempatnya nggak terlalu nyaman (soalnya cm gardu doang yg bentuknya ya gitu2 aja)
dimana2 ada bunga terompet

Setelah sunrise lewat, kami menuju ke Candi Gatotkaca. Disini saya nggak sempet foto2. hehehe ^^;
action di candi

Masih bertema sama tapi beda lokasi, selepas Candi Gatotkaca kami ke kompleks Candi Arjuna, ompleks ini terdiri dari lebih dari 3 candi kecil (kalo nggak salah). Pemandangannya cantik sekali, candi diantara hamparan rumput hijau. Ditambah bunga2 cantk dan hawa yang dingin. Tempat ini asyik bgt buat photoshoot! Saya nggak lupa menyempatkan buat sedikit “photoshoot” di pintu salah satu candi ;)
kompleks candi Arjuna

bunganya cantik :)
Sebelum meninggalkan kompleks candi ini, kami iseng2 foto sama kambing yang lagi digembalakan disekitar situ. Habis kambingnya mirip Shaun the Sheep sih....hehehehe. bulu2nya tebel bikin gemes, dan jenis kambing mirip dengan yang ini juga yang dipake di photoshoot salahsatu cycle America’s Next Top Model. Just telling,,, hehe ^^;

tempe kemul yang yummy bangets
kambing ala shaun the sheep
Kami sempat juga menikmati gorengan khas di Dieng, yaitu tempe kemul. Ini semacam tempe gorengan gitu, tapi tepung yg digunakan semacam tepung utk rempeyek. Jadinya terasa gurih dan enak. Buat yg mual2 sepanjang perjalanan ke Dieng yang emang nggak bersahabat, makan tempe kemul bisa sedikit mengurangi rasa mual. Biasanya makanan ini dijual diwarung2 sekitar objek wisata. Buat yg pingin coba, bisa juga minum Purwaceng, sejenis rumput2an yang dipercaya sebagai obat salah satunya obat kuat bagi pria ;)




 Next is: KAWAH SIKIDANG.
didepan kawah terbesar
Yang pernah ke Wonosobo biasanya tau kawah ini. Kawah ini semacam kompleks. Ada kawah yang kecil, yang dekat dengan tempat parkir, tapi yang seru adalah kawah yang paling besar. Kawah yang besar dapat ditemukan setelah berjalan agak ke tengah. Jalanannya lumayan “menantang”, belum lagi bau belerang yang sangat kuat yang bisa bikin pingsan buat yg nggak kuat. Tapi pemandangannya indah lho, yang pasti saya nggak nyesel jalan sampe kawah yang besar, walopun saya salah kostum karena pake sandal dengan hal 5cm ^^; Suhu kawah sangat tinggi menurut warga situ (tapi saya lupa tepatnya berapa Celsius, sekitar 102 kalo ngga salah)

Ditengah jalan menuju kawah yang besar ada semacam jembatan kecil yang dibawahnya dilalui air dari kawah. Tapi air ini nggak panas kok. Dan sekali lagi, ini spot yang bagus untuk berfoto. Walaupun disekitar sini bener2 banyak bgt spot utk foto sih.

Lanjut ke: TELAGA WARNA
warna telaganya ngga keliatan ^^;
hutannya cantik sekali
Harusnya telaga ini waktu difoto menunjukkan warnanya yang sangat indah, bergradasi. Sayangnya modal saya Cuma kamera hape, jadi hasilnya nggak asik. Hehehe. Disekitar telaga ini ada jalan hutan. Apa ya sebutannya? Ada track jalannya dimana diperjalanan nanti kita bisa menemukan goa tempat semedi. Jalan hutan ini hijau banget, bener2 asri dan enak. Sekali lagi, cantik banget buat photoshoot. Sayangnya foto2 terbaik di area ini diambil dengan kamera temen, jadi belum bisa ditempilin disini. Batu2 berlumut, tanah yang coklat gelap, dan pohon2 yang artistik sangat cantik buat jadi background foto kita. Berfoto dipinggir danau pun bisa jadi pilihan yang bagus, asal nggak takut jatuh ke telaga ^^;

air terjun di kawah
Candradimuka
Nah, yang menurut saya paling ekstrim adalah KAWAH CANDRADIMUKA. Wuih, jalan menuju ke lokasi sangatlah sempit. Sulit dilalui 2 mobil, padahal jalan itu bukan jalan searah, dan yang biasa lewat adalah truk. Jalanannya berbatu2 dan kalo menengok kesamping, rasanya seperti mau terjun dari gunung. Tanjakkannya semakin lama semakin ekstrim, hampir 45 derajat! Kami yang naik mobil niaga agak khawatir dengan medan, sampai akhirnya kami memutuskan berjalan sampe ke kawasan kawah tersebut. Dan dengan jalan kaki pun tetap ekstrim dan melelahkan!

Sampe dilokasi, ternyata kami masih harus menuruni semacam bukit untuk mencapai lokasi kawah. Beruntung saya sudah ganti sandal jepit, karena jalan menuju kawah ini bener2 licin dan setapak. Apalagi kami harus melewati jalan setapak yang dilewati air dari kawah yang suhunya bisa sampe 50 derajat selsius! Dan seperti biasa, bau belerang yang sangat kuat!

Di kawah ini kita bisa menemukan air dengan suhu yang berbeda. Air dari mata air yang terjun dari atas suhunya sangat dingin. Tapi suhu dikawah sangat panas. Diantara pertemuan kedua air tersebut bisa kita temukan air dengan suhu suam2 kuku yang sangat nyaman, apalagi kalo kaki kita ‘nyemplung’ kesitu.


sumur yang dikelilingi
dinding yang tinggi
dari atas sumur
Selanjutnya kami ke SUMUR JALATUNDA. Sumur ini berupa kawah yang punya cerita. Konon orang yang niat kuat atau ada permintaan yang akan terkabul, kalo melempar batu ke dalam sumur/kawah ini pasti bisa ‘nyemplung’ ketengah (bagi cewek) atau ke ujung yang berlawanan (bagi cowok). Percaya atau nggak, sulit sekali untuk melempar ke tempat2 yang dimaksud tersebut. Ketika mencoba melempar sekuat tenaga, rasanya batu sudah cukup jauh, nyatanya batu itu nggak nyemplung ke tengah (bagi cewek). Nggak percaya? Silahkan coba deh.

kebun teh
didalam pabrik teh
Capek setelah ketempat2 ekstrim, selanjutnya kami berhenti di TAMBI TEAFACTORY. Ini ada pusat pengolahan dan perkebunan teh. Saya yakin tempat ini sudah tidak asing. Disini kita bisa tour melihat perkebunan teh, berfoto ditengah kebun teh, melihat proses pengolahan daun teh, sambil menerima banyak pengetahuan ttg kualitas teh, and believe me, very interesting! Selesai tour kami disuguhi sample teh yang diolah ditempat ini. Untuk mendapatkan tour, sayangnya kita harus reservasi sehari sebelumnya, alias ngga bisa dadakan. Di kawasan Tambi juga ada penginapan yang dilengkapi pemandangan indah dan fasilitas outbond, buatnya yang pingin mengadakan acara makrab, tempat ini sangat pas.
diatas kapal mengitari telaga

kabut turun diatas telaga
Terakhir, kami menuju ke TELAGA MENJER. Ini adalah telaga yang begitu luas, sekaligus indah. Disini kita bisa menyewa semacam perahu kecil untuk mengelilingi telaga. Ketika sampai disana cuaca sangat mendung sehingga kabut turun menutup telaga ketika kami melintas dengan kapal. Suasananya sangat mencekam, tapi tidak terelakkan bahwa pemandangannya nampak cantik walaupun terkesan mistis. Jika anda berencana kesini, pastikan cuaca cerah, supaya pemandangannya lebih maksimal tanpa kabut.

mie ongklok
Terakhir kami turun gunung dan mampir ke warung yang menjual MIE ONGKLOK. Ini adalah makanan yang popular di Wonosobo. Semacam mie ayam dengan kuah yang kental bercampur tepung kanji. Rasanya manis, campuran antara bumbu kacang dan kecap. Mie ini biasanya dinikmati bersama sate, baik ayam maupun daging. Habis capek2, makan mie ongklok anget, pas banget!!

So, ada yang mau coba mengelilingi Dieng dalam sehari?

Wednesday, February 1, 2012

Fall in love with : Solo and Iskandar Widjaja-Hadar (part 2)


OKe oke! di part sebelmnya saya sudah bercerita pjg dan lebar ttg bagaimana saya bisa "nyasar" ke Solo dan langsung jatuh hati sama Pebiola keren Iskandar Widjaja-Hadar. Sekarang saya mau cerita ttg "ada apa di Solo".

Jalan raya banjir sepeda dan pejalan kaki
Sebenernya saya cukup sering bolak-balik Solo-Jogja buat maen, jadi udah ngga terlalu asing, (walaupun kuliner belum dicoba semuanya sih..). Cuma ada satu hal yg pingin aku liat di Solo, karena kebetulan sya melewatkan minggu pagi di Solo, ngga ada salahnya mampir ke lokasi "car free day" di Solo, yaitu di sepanjang jalan utama, Jl. Slamet Riyadi. Siapa yang ngga tau??



langsung nyepeda begitu bangun tidur ^^;
Jl. Slamet Riyadi ini bisa dibilang jalan utama di Solo. Kalo masuk Solo pasti kita melewati jalan besar ini. Jalan ini terus berlanjut hingga ke Pusat Grosir Solo (PGS) atau Pasar Beteng (tapi saya ngga tau apa nama jalannya sudah bukan jl. slamet riyadi. pokoknya kalo jl slamet riyadi diterusin, pasti sampe PGS). Nah, lokasi car free day di Solo ini nggak tanggung2, mulai dari PGS sampe depan stasiun Purwosari! Kira2 ada 4 perempatan yg kita lewati kalo menelusuri jalan ini. Saya cukup kagum dengan komitmen walikota Solo, karena ini bukan rute yg pendek yg dijadikan car free day ini, apalagi jalan2 tersebut juga cukup ramai karea notabene termasuk jalan besar utama. Bahkan di ruas jalan ini juga lah Solo Grand Mall (SGM) terletak. Pada kesempatan kali ini saya BERSEPEDA menelusuri ruas jalan ini!

senam
wall climbing di tengah jalan raya!
Pagi-pagi main catur
Sepeda fitnes ditengah jalan
Car free day ini berlangsung dari pagi sekitar jam 6 sampe jam 9 saja. Soal ramenya? wuiihh, luar biasa. Orang2 tumpah ruah dijalanan. ada yg Jogging, jalan2, sepedaan, senam, skating, dan banyak hal lain. Yang banyak ditemui antara lain adalah kelompok senam. Nggak tanggung2, mereka senam di tengah jalan. Mulai dari senam biasa, sampe senam aliran Tai Chi atau semacamnya. Ada juga yang mengadakan olahraga sepeda di tengah jalan (sepeda fitnes lho, bukan sepeda beneran), lengkap dengan instrukturnya.

Ngga cuma senam, segala macem cabang olah raga tumpah ruah di sepanjang jalan ini. Mulai dari ping-pong, panjat tebing, sepakbola (banyak bgt anak2 yg main sepak bola cuma modal sandal sama bola plasti), voli (yg ini agak bahaya kalo kena bolanya), sampe olah raga otak alias catur! Beberapa jenis martial arts seperti latihan double-stick dan karate (atau tae kwon do saya nggak tahu bedanya ^^;) juga ada disini.

Perempatan yg rame karena ada pagelaran seni SD
Beberapa sekolah juga memanfaatkan acara car free day ini utk menggelar semacam panggung seni untuk siswa-siswi mereka. Rata-rata mereka menampilkan band dari siswa-siswinya. Ada juga sekolah yang mengambil ruas jalan begitu panjang untuk menampilkan siswa siswi mereka baik di bidang seni maupun oleh raga dan bela diri. Nice agenda!

Salah satu SD yang menggelar pertunjukkan
latihan bela diri anak2 SD








penampilan sanggar seni dari Sukoharjo
Pertunjukkan seni bisa kita temukan di sepanjang jalan. Salah satunya adalah pertunjukkan yang ditampilkan oleh sebuah sanggar dari Sukoharjo. Mereka menampilkan gamelan lengkap dengan sinden atau penyanyinya. Saya terkesima dengan sanggar ini, karena mereka masih sangat muda2, namun tidak malu utk menampilkan sajian pagelaran budaya yg mulai ditinggalkan orang2. Salut lah! Tidak hanya diiringi gamelan, mareka juga menampilkan musik dengan alat penumbuk padi juga. Selain sanggar ini, maskapai Garuda Indonesia juga menggelar panggung kecil yg menyajikan seorang penyanyi dengan suara yg mirip dengan Iwan Fals, yg menyanyikan lagu2nya Iwan diiringi dengan semacam pantomim.
promo Solo Batik Carnival

Di sepanjang jalan ini juga banyak penjual makanan dan minuman. nggak perlu bingung kalo ditengah jalan kelaperan atau haus. Saya berencana makan juga, tapi berhubung perut saya lagi nggak beres, akhirnya saya ngga jadi mampir. Salah satu menu yg saya incar adalah Zoup-a-soup (gitu ya tulisannya?), sayangnya ngga sempet nyoba.

catwalk-ing di jalan raya
Di tengah jalan ketika saya mau mengakhiri perjalanan saya, saya liat sekelompok model dengan kostum batik yang cantik2 melintas di pinggir jalan ini utk mempromosikan Solo Batik Carnival! Wuih, boleh banget karya2 yang ditampilkan. Ini baru promosi, belum karnavalnya. ngga kebayang deh betapa meriahnya karnaval batiknya nanti.

teman2 UNS lagi promo
Ternyata saya juga menemui teman2 "sejawat" saya, hehe, teman2 dari FK UNS yg ternyata juga memanfaatkan car free day ini utk melakukan "walk" mempromosikan acara terbaru mereka, UNS Medical Cup (kalo ngga salah namanya gitu). Acaranya mencakup acara olehraga dan lain2.

Capek jalan tapi ngga bawa sepeda?
 Naik ini aja! bisa dikayuh ber4 :p
Happening banget ruas jalan ini. Dan nggak cuma orang olah raga, atau pagelaran seni, tapi juga banyak orang2 yang "sekedar jalan2" saja. Banyak keluarga yang berjalan-jalan bersama, atau yang asik mengajak jalan2 anjing kesayangan. Atau sekedar mau mencoba becak mini atau sepeda yang dikayuh berempat.

Salut deh kota Solo. Solo yang dulu aku kenal sejak masih umur 4 tahun hanyalah kota kecil yg membosankan (nggak punya mall atau tempat asik), sekarang sudah berubah menjadi kota yg bisa memanjakan siapa saja yang berlibur kesitu. Walaupun dekat dan cuma singkat saja, tapi inilah petualangan yang saya cari. Nggak perlu keluar duit banyak, tapi esensinya ada :)

Sampe sekarang pun saya masih excited dengan petualangan saya ini, apalagi ketemu orang beken yang keren yaitu Iskandar Widjaja-Hadar. So, tunggu petualangan berikutnya ya :D