You are Forgiven not Forgotten

7:35:00 AM

You're forgiven not forgotten
You're forgiven not forgotten

You're forgiven not forgotten

Frase itu dulu terkenal banget jaman 90-an waktu band The Corrs lagi berjaya-berjayanya. Masih inget? Salah satu hits mereka yang terkenal berjudul "Forgiven not Forgotten" yang menceritakan tentang kesedihan seorang wanita yang ditinggal oleh kekasihnya, she forgives but not forget.

Hari ini saya sedang ingin berbagi sedikit nasihat tentang hal tersebut. Bukan hanya dalam konteks romance sih, tapi juga dalam konteks yang lain. Dan bukannya ingin menggurui, apalagi sok tahu atau sok paling benar, saya pure hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman aja.


Namanya manusia, tidak pernah luput dari kesalahan tentunya. Dan tiap kali kita menyadari bahwa kita telah melakukan salah, kita pasti minta maaf. Well, naturally that's what people will do. Menurut saya, tidak memaafkan seseorang yg minta maaf adalah sesuatu yang tidak benar, sangat tidak dewasa, apalagi sampai mendendam. Mengapa?
  1. Ngga ada gunanya. Saya pingin tau deh, kalau temen2 ada yg punya ide tentang apa gunanya tidak memaafkan, apalagi mendendam, tolong komen di post ini ya.
  2. Menghabiskan energi. Karena kita akan terokupasi sama amarah tersebut.
  3. Bikin penyakit. Ini penjelasan ilmiahnya panjang, tapi saya yakin temen2 juga sadar bahwa demikian, kan?
  4. Dilarang oleh agama. Jelas kan? Marah 3 hari aja ngga boleh, apalagi dendam kesumat sampe dibawa mati.
  5. Tidak bisa meng-undo apa yg sudah terjadi. Jelas lah ya.
Kalo disebut satu-satu nanti panjang. Tapi sebagai "korban", sepahit apapun itu, tidak bijaksana rasanya jika kita tidak memaafkan. Apapun alasannya. Tapi yang saya ingin tekankan disini bukan dari sisi "korban". 

Bukannya sok suci, sok ngga punya salah, dan sok paling benar. Saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri (dan teman-teman), bahwa jika kita berbuat salah pada orang lain, apalagi sampai menyakiti orang lain, itu artinya kita menorehkan sebuah "luka". Dan kalau membicarakan luka, maka outcome-nya hanya ada dua: sembuh sempurna tanpa bekas, atau menimbulkan "scar"/bekas luka/bahkan keloid (bekas luka yang berlebihan reaksinya). Ini berlaku ngga hanya pada luka luar, tapi luka dalam hati juga lho. Outcome ini sangat bergantung pada si "pelaku" dan "korban". 

Apa fungsinya minta maaf?
Maaf itu ibaratnya seperti obat merah-nya luka, atau band-aid untuk luka. Dia membantu proses penyembuhan. Jika kita "mengaplikasi-kan" maaf kita dengan benar, maka luka itu akan cepat menutup dan (mungkin) tidak menimbulkan bekas luka. Nah, sekarang bayangin kalo lukanya udah lama, lukanya dalem, bernanah, apalagi sampe borokan, apakah mengaplikasi-kan obat merah atau band-aid bisa menyembuhkan tanpa bekas?

Inilah titik dimana most people don't realize. 

Most people think that when they apologize and the other party forgives, it's settled. End. Happily ever after. Coba deh dipikir ulang. You are forgiven, but not forgotten. Mungkin lukanya sudah membekas disitu, apakah band aid bisa membantu? Belum tentu.

Kadang orang minta maaf dan meminta untuk bisa kembali seperti sedia kala. Nah misalnya lukanya udah jadi bekas koreng tuh, emangnya bisa balik kayak jaman masih mulus dulu? Belum tentu. Kadang udah dikasih obat anti keloid, anti koreng, dan semacamnya, tetap aja ada bekas kehitaman di kulit.  

Inilah yang saya ingin ingatkan kepada diri saya sendiri (dan juga temen2). Walaupun kita sudah dimaafkan, kita harus tetap selalu ingat bahwa "bekas luka"nya ada disitu lho. Janganlah kita kemudian berperilaku seenaknya seolah sudah ngga bawa dosa, seolah semuanya kembali seperti dulu, apalagi beranggapan bakal dimaafkan lagi besok-besok. Belum tentu. Ingatlah selalu, bahwa proses penyembuhan itu makan waktu, bahkan tenaga dan terkadang uang yang tidak sedikit. Maka ketika si "korban" nampak sudah "kembali seperti dahulu kala", tetap jaga sikap, hormatilah bahwa some of them went to hell just to return to what they used to be. But I am pretty sure that they won't return as the same person. Well, people change. Si cantik/ganteng yang dulu cantik dan mulus, sekarang sudah ada bopeng lukanya. They changed. Don't you ever ask them to be what they used to be. Yang bisa dilakukan hanyalah beradaptasi dengan situasi yang sekarang.

Hal ini kemudian membuat saya sadar, kenapa "mantan" adalah selamanya "mantan", karena ada bekas luka disitu. Walaupun seseorang kelihatan baik-baik aja sama mantannya, ngga mungkin kan mereka berperilaku seperti jaman masih pacaran dulu?

Well, ini hanya sebagai pengingat aja. 
Perlakukanlah oranglain seperti kamu ingin diperlakukan. Hargai orang lain. Try to be in their shoes. Try to see from their glasses. Then you will know. Stop thinking that things will go back like it used to. Things change, for good.

People may forgive you, but most of them don't forget. 
You must know that certain wound will leave scar forever

Hanya Allah swt. yang bisa memaafkan kita sepenuhnya dan membuat kita bisa memulai lagi dari nol.

Sedangkan kita hanya manusia biasa, yang akan berdarah jika terluka

You Might Also Like

0 comments

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!