Lost Your Wallet and Identity in Japan: Don't Let This Happen to You!

9:40:00 PM

Hai para pembaca yang budiman!

Terimakasih sudah mampir lagi ke blog saya!
Ternyata masih sulit sekali buat saya untuk rutin posting di blog. Kehidupan S3 ternyata menguras tenaga. Hehehe.

Tapi kali ini saya pingin banget nge posting. Kali ini bukan "pamer" liburan dan semacamnya, tapi kali ini saya mau berbagi pengalaman yang cukup serius tentang ISI DOMPET yang mendukung kehidupan di Jepang. Tenang, bukan soal berapa banyak uang didalamnya, tapi lebih kepada berbagai macam kartu-kartu penting yang kita pegang selama di Jepang. Dan, you will never know how much it is worth until you lost it.

yep!
That's it.
Until you lost it.

That's exactly what happened with me.
Saya sudah pernah kehilangan dompet 1x sewaktu SMA (dan tidak pernah kembali). Kehilangan kartu ATM 1x sewaktu internship (entah hilang atau ketelen di mesin ATM). Tapi saya belum pernah kehilangan DOMPET dan SEISINYA di luar negeri.  Ceritanya, saya sedang bersepeda dijalan, dalam keadaan tas saya terbuka (karena lupa ditutup dan isinya penuh barang), sesampainya di apartment, saya baru sadar kalo isi dompet saya ngga ada. Langsung saya kembali menelusuri jalan saya pulang sambil melihat jalanan kalau-kalau dompet saya jatuh dan tergeletak di jalan, secara jalanan di Jepang sangat bersih dan rapi, jadi ngga sulit untuk melihat barang jatuh disitu. Apalagi karakter orang Jepang yang cenderung "tidak akan mengambil barang yang bukan miliknya". Tapi ternyata hasilnya nihil. Ngga kelihatan sama sekali di jalan. Saya segera menghubungi teman-teman PPI untuk minta saran tentang apa yang harus saya lakukan. Dan di post ini, saya akan menjelaskan langkah-langkah penting bila teman-teman kehilangan dompet di Jepang.

1. LAPOR POLISI
Ini langkah paling utama. Sama aja kayak di Indonesia atau di negara lain. Kalau di Jepang, harus lapor ke polisi mana?
Langsung aja ke pos polisi terdekat. Bisa kantor polisi (keisatsusho 警察署) atau pos polisi (koban 交番), pokoknya yang paling dekat, dekat rumah kita, atau dekat lokasi kejadian. Dompet saya diperkirakan jatuh di dekat JR Ashiya Station di kota Ashiya hingga apartment saya di Higashinada, kota Kobe, karena saya kembali lagi ke Ashiya setelah saya sadar dompet saya hilang, maka saya putuskan untuk lapor sekalian di pos polisi (koban) di dekat JR Ashiya Station.

Apa yang saya lakukan di kantor polisi?
Ada baiknya kita kesana dengan teman yang mengerti bahasa Jepang (walaupun hanya bahasa Jepang sederhana seperti saya), karena pak Polisi di pos polisi jarang banget yang bisa bahasa Jepang.
Pak polisi nanti akan menanyakan kepentingan kita. Setelah tahu masalah kita kehilangan dompet, pak polisi akan meminta kita membuat laporan, dengan mengisi sebuah formulir, kita cukup mengisi nama, alamat, dan nomer kontak--nomer hp misalnya-- yang untungnya boleh ditulis dalam romaji (alphabet).

Selanjutnya pak Polisi akan menanyakan apa saja ISI DOMPET KITA SECARA DETIL. Kita harus me-list SEMUA, usahakan jangan ada yang kelupaan karena ini penting untuk reissue benda-benda yang hilang, misalnya untuk reissue residence card. Sebutkan satu persatu kartu yang hilang, misalnya: residence card (zairyu card 在留カード), credit card, debit card, cash card (kartu atm), insurance card ( houkensho 保健所), My Number card, jangan lupa sebut kartu-kartu yang tidak diterbitkan di Jepang, misalnya SIM Indonesia (Indonesia no unten menkyou 運転免許), KTP Indonesia (Indonesia no ID card), dan sebagai macamnya. Yang ngga perlu disebut adalah Point card. Intinya, segala macam kartu yang mengandung identitas termasuk member card jangan lupa disebutkan. Pak polisi juga akan menanyakan secara detil berapa uang yang ada di dalamnya, sangat detil, hingga ke jumlah lembarnya. Misalnya berapa lembar 10ribuan, berapa lembar 5ribuan, bahkan hingga berapa banyak koin 1 yen yang ada didalamnya. Kalau memang lupa, sebutkan saja perkiraan uangnya.

Berikutnya pak Polisi akan menanyakan ciri-ciri dompetnya, warna, bentuk (dompet panjang atau pendek atau dompet koin), bahan dompetnya, merek, dan apakah ada tulisan/gambar. Setelah itu pak polisi akan berusaha menghubungi pos polisi dan kantor polisi di wilayah tempat kejadian. Dalam kasus saya, pak polisi menghubungi pos polisi dan kantor polisi di Ashiya dan Higashinada. Beberapa teman saya yang pernah kehilangan dompet mengaku langsung ketemu dompetnya begitu pak polisi menelepon ke pos polisi lain karena ternyata ada orang yang menemukannya dan melaporkan ke pos polisi terdekat. Orang Jepang pada dasarnya jujur, sehingga jika mereka menemukan barang yang bukan miliknya, refleksnya adalah langsung melapor ke pos polisi terdekat.  Sayangnya, tidak ada laporan mengenai dompet saya di pos polisi lain :( Entah kenapa, dari sini saya sadar bahwa kelihatannya dompet saya ngga akan kembali seperti temen2 saya. Kata temen saya, mungkin karena isi dompet saya terlalu berharga sehingga memancing orang untuk mengambilnya dan mungkin membuang sisanya :(

2. HUBUNGI CALL CENTER 
Hubungi call center bank. Segera lakukan penutupan layanan kartu bank kita. Langkah ini sebenernya penting tapi seperti pedang bermata dua. Pada dasarnya seluruh mesin ATM di jepang tidak bisa diakses hanya dengan kartu saja, nomer PIN akan selalu diminta. Bahkan kartu debit pun membutuhkan kombinasi pin dalam penggunaannya. Jadi, akan tetap aman asalkan kita tidak menyembunyikan nomer pin di kartunya (what an idiot?). Sayangnya, kartu kredit dapat dengan mudah disalahgunakan oleh orang lain. Karena shopping online dapat dilakukan dengan mudah asalkan kita tahu 4 digit akhir kartu kita. Apalagi kalau kartu identitas kita juga disalahgunakan. Jadi, saran saya, penting untuk memblokir kartu-kartu bank. Yang jadi masalah adalah jika kartu-kartu tersebut ketemu, otomatis kartu tersebut tidak dapat digunakan dan harus di reissue, dan kadang ini memakan waktu dan biaya yang ngga sedikit. Kalau anda yakin dompet akan kembali dalam waktu dekat, anda tidak perlu melakukan ini. Saran saya, kalau dalam 1x24 jam tidak kembali, yakinlah bahwa dompet itu memang tidak akan kembali, meskipun ini di Jepang. Negaranya orang jujur. Dimana kadang ada barang yang kembali meskipun memakan waktu 2minggu. Masih banyak orang tidak jujur didunia ini, bahkan di negara yang terkenal kejujurannya sekalipun. 

Oiya, jika di dompet kita ada My Number card, jangan lupa untuk telepon ke call centernya. Mereka akan menjelaskan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan. Sayangnya, untuk insurance card dan residence card tidak ada nomer call centernya. Jadi kita harus lapor langsung.

3. MENERBITKAN SURAT KETERANGAN KEHILANGAN
Langkah inilah yang sempat "terlewatkan". Sebelum kita minta reissue kartu-kartu kita, terutama residence card yang sangat penting, kita harus melakukan ini dulu. Sewaktu melapor ke pos polisi, pak polisi akan memberikan sebuah kombinasi nomer yang disebut "Ishitsu Juribangou" yang fungsinya untuk mengklaim apabila nanti barang kita ditemukan. Nomer tersebut merupakan nomer laporan kita. Nah, untuk menerbitkan surat ini, kita harus menyebutkan nomer laporan tersebut. Pak polisi akan meminta kita menunjukkan bukti identitas kita (misalnya passport) untuk di fotokopi, kemudian pak polisi akan menanyakan kembali barang apa yang hilang, apa isinya, untuk mengkonfirmasi. Setelah itu pak polisi akan meminta kita mengisi formulir (menulis nama, alamat, nomer kontak) sebelum meminta kita menunggu hingga surat tersebut diterbitkan. Kira-kira butuh waktu paling cepet 40menit hingga urusan surat keterangan ini selesai. 

Kenapa saya bilang untuk menjelaskan kartu-kartu yg kita punya secara lengkap? Karena untuk reissue kartu-kartu tersebut, harus ada keterangan yang jelas di dalam laporan polisi kita bahwa barang tersebut termasuk hilang di dalamnya. Jadi, pastikan anda menyebutkan semua kartu-kartu dan keterangan-keterangan penting yang anda miliki di dalam dompet yang hilang. 

Setelah diterbitkannya surat keterangan ini, saran saya, sebaiknya surat keterangan ini difotokopi, karena surat keterangan ini bisa dibutuhkan sewaktu-waktu, nanti akan saya jelaskan.

4. MENERBITKAN RESIDENCE CARD KEMBALI
Ini hal fundamental yang harus anda lakukan. Karena hanya dengan bukti identitas berupa paspor saja tidak cukup. Kalo hanya untuk lapor pemblokiran aja sih bisa pake paspor. Tapi untuk reissue kembali, bukti identitas yang mencantumkan alamat kita dengan jelas sangatlah penting. 

Untuk reissue residence card, kita perlu ke kantor imigrasi terdekat dengan menyiapkan:

  • paspor asli, 
  • surat keterangan kehilangan asli, 
  • foto 3x4 1 buah yang diambil kurang dari 3 bulan ini

Kita akan diminta mengisi formulir dan kemudian menyerahkan semuanya ke loket. Tidak lama untuk melakukan reissue ini, hanya menunggu paling lama 30menit sejak dokumen kita diterima di loket. 

5. LAKUKAN BLOKIR IDENTITAS DI PERUSAHAAN PENYEDIA JASA KREDIT DI JEPANG
Ini adalah sebuah langkah yang di Jepang sangatlah penting. Perlu diketahui bahwa di Jepang, untuk bisa mengajukan kredit, seseorang dapat menggunakan kartu-kartu berharga seperti kartu-kartu bank (kartu kredit, cash card, debit card), kartu identitas (seperti residence card), dan yang lebih bahaya bahkan NATIONAL INSURANCE CARD saja bisa digunakan! Untuk kartu-kartu yang punya foto didalamnya, akan agak sulit untuk disalahgunakan. Tapi untuk kartu asuransi yang umumnya ngga pakai foto (terutama national health insurance di Jepang) dapat digunakan dengan mudahnya oleh orang ketiga! Padahal kartu asuransi bentuknya semacam kertas tipis, tapi ternyata di dalamnya terdapat seal/stempel kota tempat tinggal kita sehingga menjadikan kartu tersebut valid untuk hal-hal semacam ini.  Untuk itulah penting untuk menghubungi perusahan penyedia jasa kredit terbesar di Jepang dan mendeklarasikan bahwa kita kehilangan identitas kita. Informasi ini saya dapatkan ketika me-reissue kartu asuransi saya. Bapak petugas menjelaskan pentingnya kartu asuransi kita selain untuk keperluan berobat yang tidak pernah saya kira sebelumnya.

So, di Jepang ada tiga perusahaan besar penyedia jasa kredit yang saling terhubung. Jika kita menghubungi salah satu, maka mereka akan langsung menyarankan untuk menghubungi dua perusahaan kredit yang lain. Untuk melakukan deklarasi ini, kita bisa mengajukan permohonan dengan mendatangi kantornya langsung atau melalui pos. Karena kantor-kantor tersebut adanya di Osaka dan Tokyo, maka saya memutuskan untuk membuat permohonan via pos. Jangan khawatir, info tentang pengajuannya dapat kita lihat melalui internet, kita hanya memerlukan teman yang orang Jepang untuk mentranslate, karena informasi tersebut tidak bisa diakses dalam bahasa Inggris. Nihon-go only. Begitu pula jika anda ingin bertanya melalui call center mereka. TIDAK ENGLISH FRIENDLY. Selain itu, untuk membuat permohonan, kita harus mengisi formulir dimana kita harus isi sendiri dengan tulisan kanji, jadi penting untuk meminta teman Jepang atau yg fasih Jepang untuk membantu kita. Sekali lagi kita harus menunjukkan dokumen-dokumen yang mengandung identitas dan wajah kita, bisa dengan residence card atau paspor. Ada salah satu perusahaan yang membutuhkan surat yang menerangkan bahwa kita kehilangan identitas kita. Nah disinilah kita bisa menggunakan fotokopi surat keterangan dari polisi itu. 
(informasi lanjut bisa search JICC atau CIC di google--salah dua perusahaan pemberi layanan kredit)

Untuk melakukan deklarasi ini juga dibutuhkan biaya yang tidak sedikit ternyata :( tiap perusahaan membutuhkan uang jasa (tesuuryou 手数料) minimal 1000 yen+tax. Jika anda melakukan pembayaran melalui pos, anda harus membeli sertifikat senilai 1000yen di kantor pos dan mengirimkannya beserta dokumen yang lain.

Sebenarnya, dengan melakukan deklarasi ini, kemungkinan bahwa identitas kita tidak akan disalahgunakan untuk kredit tidak akan turun hingga 0% meskipun kita sudah menghubungi tiga perusahaan penyedia kredit terbesar di Jepang. Tapi setidaknya kemungkinannya akan semakin kecil :( sisanya sih tinggal berdoa aja, semoga ngga dipake untuk ngutang ke Yakuza (T_T)

Setelah form deklarasi ini dikirim, perusahaan tersebut akan mengeluarkan surat keterangan deklarasi kita. Simpan surat ini baik-baik, karena kalo dompet kita ketemu dan kita akan menghapus laporan, kita harus bisa menunjukkan surat ini.

6. REISSUE KARTU-KARTU YANG LAIN
Nah, ini baru bisa dilakukan setelah kita punya kartu identitas yang jelas alamatnya seperti residence card. Percayalah, paspor aja ngga cukup untuk reissue kartu bank meskipun si call center bank berbahasa inggris itu bilang cukup bawa passpor dan hanko. Mulai dari cash card, credit card, dan debit card bisa mulai di reissue, yang sayangnya untuk reissue di bank tertentu akan memakan biaya yang tidak sedikit :( Sekali lagi anda harus menunggu kartu tersebut terbit dimana memakan waktu cukup lama :( Kalau bank kita bisa melakukan withdrawal dengan passbook alias buku tabungan aja sih ngga papa, tapi kalo bank kita yang model bukan begitu, pastikan anda melakukan pengambilan uang melalui teller. Ambillah uang secukupnya hingga kartu kita di reissue nanti. Biar ngga kelaperan karena ngga punya uang hehehe.

Jangan lupa juga untuk reissue insurance card lagi. Bapak petugasnya akan menjelaskan pentingnya kartu asuransi seperti yang saya sebutkan di poin sebelumnya. Sebenernya mendeklarasikan kehilangan identitas kita ke perusahaan kredit tidaklah perlu jika kita kehilangan dompet disuatu gedung tertutup (mungkin akan lebih mudah melacak pelaku penyalahgunaannya?) tapi pak petugas sangat merekomendasikan saya untuk melakukan deklarasi karena saya kehilangan dompet di jalan, dimana akan sulit menebak orang seperti apa yg menemukan andaikata dompet saya memang benar tidak jatuh di sungai dan hanyut ke laut.

7. BERDOA
Berdoa supaya kartu kita yg nggak kembali itu ngga disalahgunakan sama orang. Doa semoga bisa mengambil hikmahnya, dan yg ngga kalah penting adalah BERSYUKUR! Serahkan sama Tuhan, karena segala sesuatu sudah ada yg mengatur.


Well, buat saya ini adalah pengalaman yang benar-benar menyedihkan, menakutkan sekaligus menguras tenaga. Sedih karena jujur saja saya kehilangan uang yang banyak di dalam dompet tersebut dan ada kemungkinan bisa kehilangan lebih banyak lagi. Menakutkan karena identitas yang hilang sangat rawan untuk penyalahgunaan. Menguras tenaga karena untuk melapor polisi, menerbitkan surat keterangan, reissue, dan deklarasi membutuhkan waktu yang sangat banyak, mondar-mandir sana sini, dan merepotkan teman Jepang saya :( Sudah kartu bank hilang, uang hilang, masih harus membayar ini itu padahal untuk mengambil uang saja sudah repot.

Pesan saya, dompet dijaga baik-baik ya. Jepang memang negara yang aman, banyak orang jujur. Banyak teman juga yang selalu kembali barangnya kalo pas kehilangan. But we are not always lucky. There are still bad guys around. Nyatanya saya sudah kehilangan barang 3x dan tidak pernah kembali. Kartu asuransi sebaiknya diletakkan ditempat terpisah, kalo perlu ditinggal dirumah aja, toh dipake kalo pas berobat. Kartu bank juga jangan banyak-banyak. Bawa uang didompet jangan banyak-banyak juga, segera masukkan ke bank kalo memang duitnya pas banyak banget. Jangan menunda-nunda kalo mau masukin duit ke bank.

Buat saya ini pelajaran banget. Mungkin saya kurang hati-hati, kurang sodaqoh, dan kurang bersyukur. Sekarang saya udah pasrah sih, masih berharap dompet itu kembali (gara2 KTP, simA/C, dan kartu IDI ada didalam situ semua), tapi andaikan ngga kembali, life must go on. Harus banyak-banyak bersyukur karena yang hilang cuma dompet, bukan nyawa apalagi orang tersayang.

Terima kasih ya Tuhan untuk peringatannya.
Terima kasih teman-teman yang udah bantu, support, bahkan supporting financially. hahaha

Stay aware yah teman!


You Might Also Like

0 comments

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!