Live in Japan: 9 Kebiasaan Orang Indonesia yang Wajib di Adjust

2:14:00 AM

Hai!

Back again!
Posting kali ini bener-bener spesial. Kenapa? Karena posting ini saya tulis di JEPANG! Akhirnya dengan segenap tenaga, akhirnya saya berhasil memenuhi salah satu impian besar saya, sekolah ke Jepang! Saya melanjutkan studi S3 saya di Kobe University dengan menggunakan beasiswa LPDP (for more information, you can read on my post here).

Welcome to Kobe city, Hyogo Prefecture, Japan!

Night view from Pier of Kobe City

Tidak terasa sudah 2 bulan saya berada di tanah Jepang. Banyak hal yang saya pelajari di dua bulan awal ini. Semuanya berhubungan dengan sebuah proses adaptasi. Saya seorang warga negara Indonesia dengan segala macam kebiasaannya, kini harus beradaptasi dengan negeri Jepang yang walaupun masih di kawasan Asia, tapi memiliki "kebiasaan" yang cukup berbeda dengan di Indonesia. Nah, kali ini saya akan memaparkan hal-hal apa aja sih yang penting untuk kita perhatikan dalam proses adaptasi kita.

Basically, perlu kita pahami bahwa Jepang adalah sebuah negara yang maju, dengan segala macam modernisasinya. Sebenernya jika kita tilik lebih detil, orang Jepang memiliki "unggah-ungguh" atau tata krama yang masih ke-timur-an, jadi jangan kaget kalo perilaku mereka ternyata mirip sama orang Indonesia (bahkan mirip sama orang Jawa juga). Tapi diantara perilaku mereka yang ke-timur-an, tetap ada cara pandang dan perilaku modern yang perlu kita pahami. Berhubung saya dari Indonesia yang cara pandang dan perilaku yang belum terlalu modern, jadi saya sempat merasakan "kaget" budaya alias culture shock, untungnya ngga terlalu berat. Untuk itu saya akan memaparkan kebiasaan saya yang "Indonesia banget" yang ternyata menyebabkan "culture shock" disini.

Apa aja sih?

1. ON TIME!

Ini penting banget sih. Mana sih orang Indonesia yang ngga jam karet? Sedikitt!
Di Jepang, waktu harganya sangat mahal. Bahkan transportasi umum diciptakan dengan sangat disiplin dengan margin error hanya sepersekian detik keterlambatan (walaupun di saat tertentu bisa aja terlambat sampai beberapa menit). Untuk berpergian dengan berganti kereta beberapa kali, maka keterlambatan bbrp menit saja bisa merubah agenda perjalanan kita, dan estimasi waktu perjalanan bisa berubah drastits.
Jam di stasiun adalah jam yang paling punctual. Menggambarkan waktu JST atau Japan Standard Time.
Pastikan jam tangan kita mengacu pada JST, menggunakan jam di stasiun sebagai acuan biar enggak ketinggalan kereta. PENTING!

Apalagi jika kita membuat janji dengan orang Jepang. Waktu yang kita sebutkan dalam perjanjian, adalah waktu dimana rencana kita akan dijalankan. Misalnya, janjian mau ketemu supervisor jam10, maka jam10 tepat kita sudah harus di dalam ruang supervisor tersebut, bukan jam10 baru berangkat. Selalu bersiap paling tidak 10 menit sebelumnya. Lebih bagus jika 10menit sebelum janji ketemuan, kita sudah nunggu didepan ruang supervisor. Sama halnya kalo kita nonton pertunjukkan, bioskop, dan sebagaimacamnya, selalu siap di lokasi at least 5 menit sebelumnya.

Yang jelas, orang Jepang akan sangat menyesal jika terjadi keterlambatan, So, jangan sampe kita anggap keterlambatan sebagai hal yang sepele, apalagi tampak tidak menyesal setelah terlambat dalam suatu occasion.

Saran saya, just simple, don't do this, this isn't Indonesia.


2. CURRENCY ADJUSTMENT

Buat cewek, ini PENTING BANGET.
Di Indonesia kita terbiasa liat segala macem harga yang angka nolnya banyak banget. Kalo ketemu harga yang enolnya cuma sedikit, lantas jadi kegirangan. Well, ini sempat terjadi sama saya. Tiket kereta yang harganya 1000yen saya anggap murah. Padahal sama sekali enggak murah lho! Sama halnya ketika belanja di supermarket. Lihat panci dan alat dapur lain yang harganya 8000an yen langsung di beli begitu aja. Lihat barang harganya beberapa ribu, langsung pingin dibeli. Pergi kemana-mana bawa duit 20.000-30.000yen hanya karena berpergian membawa 20.000-30.000 rupiah sudah wajar. Padahal 20.000yen itu jumlah yang besar lho! Alhasil, kadang suka boros dalam berbelanja. Padahal berpergian ngga selalu harus naik kereta, karena kadang jaraknya ternyata tidak terlalu jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Harga baju 3000an dianggap murah, padahal sebenernya ada yang harganya dibawah 3000 dengan kualitas yang hampir sama. Hanya karena beranggapan bahwa kisaran harga ribuan itu murah--emang murah kalo di Indonesia kan??--but it is different here.
"hanya" 1080yen untuk nail clipper. Mahal atau murah ya?

Sama halnya dengan belanja sambil mengkonversikannya ke rupiah. Jangan selalu mengkonversikan harga ke dalam rupiah, karena akan terkesan sangat mahal. Padahal kalo kita bandingkan dengan standar harga di Jepang, bisa saja termasuk murah. Misalnya, kita beli cover untuk handphone seharga 2000yen, padahal kalo di Indonesia kita bisa beli cover handphone hanya dengan harga  1000yen alias sekitar 100ribuan, yang artinya kita beli barang yang terlalu mahal. Padahal, kalo dicermati, 2000yen itu udah termasuk murah.

Saran saya, bulan-bulan awal harus sering-sering window shopping (dan shopping juga boleh) supaya kita terbiasa dengan harga-harga dan currency disini. Lebih bagus lagu kalo kita bisa mempelajari lokasi-lokasi belanja termurah di bidangnya. Dan jangan lupa bahwa Jepang punya sistem tax 8% dari harga yang tertera pada barang yang dijual. So, jangan sampe salah baca harga ya!

3. HEMAT ENERGI: AIR DAN LISTRIK

Beda dengan di Indonesia, di Jepang harga air dan listrik tu "lumayan" besar. Berhubung dirumah saya sumber airnya adalah sumur, jadi saya suka banget mainan air. Well, di Jepang ngga ada sumur, so, keep your water usage in normal limit. Orang Indonesia rata-rata struggle dengan yang satu ini, berhubung kita terbiasa dengan air yang tersedia dimana-mana dan, mostly, gratis. Disini air diolah bener-bener, jadi pemakaiannya bener-bener harus bijaksana juga. Termasuk untuk urusan mandi. Mandi sekali sehari bukan berarti jorok lho ya, ingat, air harganya mahal!

Sama halnya dengan listrik. Memang sih pemakaian AC waktu musim panas dan heater waktu musim dingin itu penting, tapi tetep kita harus bijaksana. Karena kalo tiap hari benda-benda mewah itu dinyalakan, sudah pasti akan meledak tagihan listrik kita. Kalo perubahan musim, usahakan jangan terlalu manja dengan bergantung pada alat-alat tersebut.

Yah, bulan April emang musim semi, tapi menurut saya sih masih dingin cuacanya. Tapi tetep aja selama bulan ini saya ngga pernah nyalain heater. Hanya berbekal selimut dan pakaian panjang aja. Saran saya, jangan manja sama cuaca, harus bisa beradaptasi dengan cuaca juga, memang sulit untuk makhluk tropis seperti saya. Tapi lama-lama nanti bisa kok. Atau pergilah ketempat umum kayak mall atau bahkan ke lab atau fakultas kita. Lumayan, bisa numpang menghangatkan/mendinginkan gratis!

4. ANTRI DONG!

DIMANAPUN. Hukumnya sama. Antri lah dengan rapi. Sebelum naik kereta, ketika akan bayar belanjaan di kasir, ketika naik eskalator, dan berbagai macamnya. Perhatikan baik-baik, di lantai biasanya sudah ada petunjuk garis antriannya. Menyerobot antrian bukanlah hal yang wajar. Jadi jangan sampe itu terjadi! Ingat, ini bukan Indonesia. Orang Jepang sangat teratur dan sangat cinta keteraturan. Prinsip mereka adalah melakukan segala sesuatu dengan rapi dan dengan teratur agar tidak merepotkan orang lain. Jadi, meskipun antrian panjang itu menyebalkan, tapi ingat, ini untuk membantu kita dan orang lain juga.
Berdiri di eskalator aja harus berjajar rapi. Yang mau berdiri santai wajib berdiri sebelah kanan, lajur kiri digunakan untuk yang terburu-buru. Kadang pembagian ini agak berbeda di daerah lain, misalnya di Tokyo, berdasarkan pengalaman teman saya, lajur untuk terburu-buru justru sebelah kanan 

Mau masuk kereta harus antri yang rapi ya

Saran saya, sering-sering lihat tanda-tanda yang ada.

5. ALWAYS WATCH THE SIGN

Well, segala macam petunjuk di Jepang sebenernya sudah dibuat dengan sangat jelas. Dan enggak sedikit yang foreigner friendly. Misalnya petunjuk jalan, petunjuk peron kereta, petunjuk tanda antri, dan sebagai macamnya. Beda dengan di Indonesia yang "mending nanya" daripada baca petunjuk.  Memang kadang petunjuk/keterangan ditulis dalam bahasa Jepang, untuk yang satu ini memang lebih baik nanya. Tapi untuk hal yang umum, biasanya petunjuknya jelas dan bilingual kok (sama bahasa Inggris lah)
Petunjuk ini menandakan lokasi antri ketika akan memasuki kereta. Tiap jenis kereta ada lokasi antrinya masing-masing. Usahakan untuk selalu mengikuti aturan ini ya, biar teratur dan tidak merepotkan orang lain.

Basically orang Jepang sangat ramah dan helpful sama orang asing, meskipun mereka ngga bisa berbahasa Inggris. Kalo emang mentok ngga ngerti petunjuknya, saran saya sih, nanya aja. Tapi kalo nanya muluk, dianya ngga bisa njelasin, kitanya ngga ngerti-ngerti, ya lama2 ngeselin juga kan?  Jadi kalo nanya juga jangan kebangetan yah, karena orang Jepang itu kadang baru akan puas kalo kita udah bener-bener ngerti, jadi dia akan menggunakan segala macam cara sampe kita ngerti, even if it takes forever....

6. WALK WALK WALK

Ini udah menjadi kebiasaan. Berjalan 30menit ke suatu tempat itu sangatlah lumrah. Jangan kaya di Indonesia ya, pergi ke warung depan gang aja pake motor. Bisa bangkrut disini kalo begitu modelnya. Kadang ke lokasi yang jaraknya 1 atau 2 stasiun aja sebenernya bisa kok ditempuh dengan jalan kaki. Kalo jarak satu stasiun aja naik kereta segala atau bis, yakinlah uang transport bisa bengkak. Apalagi kalo punya kendaraan, ngga cuma mikirin bahan bakar aja, tapi juga mikirin biaya parkir yang sama sekali ngga murah kayak di Indonesia.
Rata-rata saya berjalan sampai 9000an langkah perhari. Sesuatu yang sangat jarang terjadi sewaktu saya di Indonesia.
Rekor terekstrim saya, berjalan 28000 langkah dalam sehari!

Saran saya, banyak jalan. Kalo ngga sempet olahraga, ya jalan aja. Sehat dan menyenangkan lho!

7.  BE RESPONSIBLE WITH GARBAGE

DIMANAPUN. Di tepat umum, tong sampah ada berbagai macamnya, pastikan kita membuang sampah di tempat yang tepat, jangan asal! Apalagi dilingkungan tempat tinggal. Pastikan sampah bener-bener dibuang sesuai aturannya. Dan meletakkan sampah di tempat pembuangan juga harus sesuai dengan jadwalnya ya!

Di tempat umum pun juga berlaku hal yang sama. Pastikan kita membuang sampah ditempat yang benar.

Saran saya, pelajari betul-betul tipe sampah yang umumnya dibagi menjadi: sampah terbakar, sampah kaleng dan pet bottle dan sampah besar.

8. ARIGATOU AND SUMIMASEN

Terimakasih dan minta maaf adalah dua hal yang penting. Seperti yang saya bilang tadi, tatakrama di Jepang masih sangat ke-timur-an dimana kedua kata itu sangatlah penting. Bahkan ketika di dalam lift, orang selalu mengucapkan terimakasih kepada orang "yang paling deket dengan tombol lift" (karena orang tersebut yang membuka/menutup pintu dan mencetin tombol lantai tujuan). Mereka juga kerap mengatakan "osaki ni" semacam "permisi, saya duluan" kepada orang yg masih di dalam lift. Sama halnya ketika kita nabrak/nyenggol orang, jangan lupa minta maaf. Tatakrama macam ini masih sangat berlaku di Jepang. Dan mereka sangat menghargai Gaijin (Gaikoku-jin alias orang asing) yang memahami manner ini.

9. DO NOT SPEAK LOUD!

Jepang adalah negara yang sangat tenang. Lingkungannya sangat tenang (bahkan cenderung sepi).  Karena mereka berprinsip "tidak mengganggu orang lain". Untuk itu kita juga musti menjaga perasaan mereka dengan tidak berbicara terlalu keras sampai mengganggu orang lain. Saya sendiri sebagai orang Indonesia yang "rame" kadang sulit mengontrol rasa ingin "beramai-ramai". But, trust me, they will like you even more if you do not speak too loud.
Di dalam kereta, meskipun banyak orang, tapi suasananya tenang. Rata-rata orang Jepang menghabiskan waktu mereka di kereta dengan sekedar membaca, belajar, menggunakan handphone (entah untuk socmed, game, atau sekedar membuka portal berita). Orang ngobrol sih jelas ada, tapi ngga banyak. 

Saran saya, ngobrolnya di tempat yang emang rame aja skalian, dan di dalam kereta, sebenernya, tidak termasuk di dalam list "lokasi yang ramai"

Jalanan di area pemukiman di Jepang, SEPI ABISSS
Allright! masih banyak hal yang ingin saya bagi melalui blog ini, yang jelas pasti seru dan menyenangkan.

SO, stay tune for my next post yang lebih menarik lagi!

You Might Also Like

1 comments

  1. Mba, boleh minta emailnya?
    saya berniat daftar di Kobe Univ juga dan saya menantikan post tentang exam di japan karena jurusan yg saya tuju (human health school) juga mensyaratkan ujian tsb.

    Thank you :D

    ReplyDelete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!