My Winter Vacation Diary: Visit KYOTO!

7:18:00 AM

Kembali lagi!!

Kali ini kita lanjutkan jalan-jalan winter saya di Jepang. Setelah membocorkan sebagian ke"seruan" Osaka, sekarang saya akan ajak anda berkunjung ke kota budaya di Jepang, Kyoto.

Saya berangkat ke Kyoto lumayan siang, tiba di Kyoto sekitar jam10. Itinerary saya sebetulnya cukup padat, ada sekitar 4 tempat yang ingin kami kunjungi. Tapi, perlu teman-teman ketahui bahwa lokasi obyek wisata di Kyoto lumayan jauh-jauh dan saling bertolak arah, semacam membelah dari utara ke selatan. Jadi, kalau kita bener-bener pingin maksimal di Kyoto, berangkatlah pagi-pagi betul (usahkan sebelum jam9 sudah tiba di Kyoto, lebih pagi lebih baik, apalagi kalo menginap di Kyoto sekalian :p).

Karena berangkat kami cukup siang, dan jadwal tutup obyek wisata yang lebih awal di musim dingin, membuat kami harus memilih pilihan pahit. Dari rencana kunjungan ke Fushimi Inari, Kiyomizu Dera, Kinkakuji, Arashiyama, Sanjusangendo, dan Gion (rakus banget yak cuma punya satu hari tapi mau keliling Kyoto?), akhirnya kami hanya mampu mengunjungi Fushimi Inari dan Kiyomizu Dera. Kenapa akhirnya cuma dua? Well, let's see

FUSHIMI INARI
Ini tempat yang wajib banget buat didatengin. Kuil yang terkenal dengan "Thousand gates"nya ini pasti uda sering nongol fotonya di mana-mana.

Pasti pernah liat kan gate yang semacam ini??
Sekarang kita akan menuju kesana!
Untuk menuju ke Kyoto, kita bisa naik kereta dari Osaka.
Begitu turun dari kereta, kita langsung bs merasakan suasana kuil ini semenjak berada di stasiun.
Stasiunnya bernuansa merah dengan ornamen fox (rubah) yang menjadi lambang dari Fushimi Inari
Dari stasiun Fushimi Inari kita berjalan melewati kawasan pertokoan menuju ke kuil ini. Tidak terlalu jauh jaraknya, tapi kuatkan hati dari godaan shopping ya, soalnya ada aja suvenir menarik di kawasan pertokoan.

Gerbang ini menunjukkan bahwa kita mulai memasuki kawasan Fushimi Inari ini

Begitu masuk, langsung disambut berbagai macam stand bazaar makanan
Ada takoyaki, stik kepiting, dango, taiyaki, dan sebagaimacamnya.

Sebelum masuk, kita lihat dulu layout dari kuil yang luas ini.
Kawasan kuil ini luas sekali dan menjulang ke atas bukit. Di bagian depan terdapat kuil-kuil utama tempat berdoa, sementara thousand gates-nya berjajar dari bawah hingga ke atas bukit lho mengikuti jalan menuju ke bukit. 
video

video

Kalo melihat lay out dari tempat ini, ada dua hal penting yang harus anda siapkan sebelum ke Fushimi Inari: waktu yang banyak dan tenaga yang cukup. Karena mengelilingi Fushimi Inari artinya kita naik turun bukit! 


Di area depan terdapat beberapa kuil, dan siap-siap ya, dipinggirnya terdapat banyak toko suvenir yang menjual suvenir-suvenir menarik.

Deretan toko suvenir di pinggir halaman kuil utama. Awas tergiur!


Salah satu kuil di halaman utama. Kalo enggak salah masing-masing kuil ini ada dewa-nya masing-masing, misalnya kuil untuk memohon prosperity, memohon jodoh, dsb. Cuma karena saya sightseeing aja, jadi ngga mengamati masing-masing kuil sampe segitunya

Yang selalu ramai, area untuk membeli ramalan
tempat menggantungkan ramalan

Menuju ke kuil utamanya, yang paling rame

Didepan kuil yang paling rame
Rubah, yang menjadi lambang Fushimi Inari

Setelah melewati halaman yang besar berisi kuil-kuil besar, sekarang kita menuju ke belakangnya.
video


Mulai dari sini

inner interior
gate yang paling bawah bentuk tiangnya besar-besar dan lebar. Dari arah bawah yang bisa kita lihat hanya gate berwarna merah polos ini

di bagian belakang tiang gates ini ternyata ada ukiran kalimat dalam bahasa Jepang yang hanya akan kelihatan kalo kita berfoto membelakangi arah kita naik.
ditengah perjalanan, gates akan bercabang menjadi lorong yang lebih kecil dengan gates yang lebih kecil berjajar rapat.
Sisi sebelah kiri digunakan untuk menuruni sedangkan sisi sebelah kanan digunakan untuk menapaki jalan menuju ke bukit

gates yang lebih kecil, berjajar dengan rapat menciptakan suatu lorong berwarna merah yang indah



jajaran gates bila dilihat dari luar

interior
Barisan gates ini akan berhenti dan kita akan menemukan kompleks kuil lagi

altar kuil
sumur dan gayung untuk "berwudhu" hahahaha. Becanda.
Gayung dan sumur air suci untuk membasuh. Membasuh apapun yang pingin dibasuh. hahaha

Ema (papan kayu untuk menulis permohonan) disini bentuknya rubah. Lucu ya?

Untuk yang suka koleksi jimat, disini ada jual jimat berbagai bentuk dan fungsi yang dilayani dengan self-service.
Suka penasaran, ada nggak ya yang berani nyolong jimatnya? hahaha. Ati-ati, ntar dikutuk jadi rubah!

Siap naik lagi menyusuri gatesnya?
Sayangnya waktu saya terlalu sempit, karena kesiangan dan itinerary yang menumpuk, akhirnya saya tidak melanjutkan pendakian saya di Fushimi Inari ini. Sehingga saya terpaksa segera beranjak dari sini menuju ke destinasi berikutnya.

judging by the written on the gates, tau kan saya ke arah mana?
Naik atau turun, hayoo???
Pesan saya, kalau berkunjung ke tempat ini, siapkan waktu dan stamina yang banyak ya


KIYOMIZU DERA TEMPLE

Saben liat post card tau reklame tentang Jepang, pasti kuil yang satu ini ikut nongol deh.
Salah satu pavilion di kompleks Kiyomizu ini

Perjalanan menuju kompleks kuil yang satu ini sarat dengan jalan kaki. Mau naik kereta atau naik bis, tetep harus jalan sekitar 15menit menuju kompleks kuil yang letaknya semacam di kaki bukit ini. Bagi yang naik kereta, perjalanan ke Kiyomizu bisa ditempuh dengan berjalan sekitar 20-30 menitan. Jika anda memutuskan untuk naik bis, jarak antara pemberhentian terakhir hingga kompleks kuil memakan waktu sekitar 15menit. 

video


Persimpangan dalam video yang saya upload merupakan persimpangan menuju ke Kiyomizu, disana ada bus stop. Mulai dari bus stop hingga ke atas hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, selain karena jalannya yang sempit, wilayah yg akan kita lewati menuju ke Kiyomizu Dera adalah wilayah populer yang disebut Higashiyama district yang terkenal sebagai traditional shopping district.

Dari persimpangan yang saya tunjukkan di video sampai menuju ke atas, akan ada persimpangan jalan lagi, ada jalan ke kanan dan jalan ke kiri yang nanti akan berujung di kuil Kiyomizu ini. Saran saya, ambil lah jalan yang kanan ketika anda menuju ke Kiyomizu.

Why?

Karena jalan ini lebih sepi. Toko yang ada di jalan ini lebih sedikit. Jadi buat anda yang shopaholic, anda ngga akan terdistraksi terlalu lama jika melewati jalan ini, dan bisa segera mendaki ke atas menuju kompleks kuilnya.
Jalanannya lebih sepi.
Jangan terkecoh sama orang yang lalu lalang pake hakama dan kimono ya, mostly mereka adalah turis China dan Korea yang sedang merasakan sensasi Jepang masa lampau di area ini.

Di kanan-kiri ada toko, tapi jumlahnya lebih sedikit
Sekarang bandingkan dengan jalan yang satunya. The real Higashiyama District

Padat, penih dengan lautan manusia, Di kanan-kiri banyak toko-toko suvenir, toko makanan, toko es krim, dan banyak toko yang menawarkan hal-hal yang menggiurkan

Kanan-kiri isinya toko, toko, dan toko

Nah, ini akibatnya, buat para cewek-cewek, ngga bakal kuat nahan nafsu belanja deh pokoknya.
Kalo lewat jalan sebelah kiri, alias melewati jalan utama Higashiyama District ini, wah, pasti bakal molor lama dari jadwal deh. Soalnya toko-tokonya menarik semua dan ngga ada abisnya sepanjang jalan!

Apa perbedaan toko-toko di jalan kanan dan kiri?
Sebenernya jika diamat-amati, harga suvenir ditoko-toko di jalan kanan (yang lebih sepi) sebenernya "relatif" lebih murah dibanding suvenir di jalan utama (jalan sebelah kiri). Tapi memang harga suvenir di tempat-tempat wisata seperti ini sangat kompetitif walaupun hanya bersebelahan tokonya. Kadang harganya selisih 10-50 yen. Antara jalan kanan dan kiri saya temukan beberapa benda yang selisih harganya sekitar 50-80 yen, jadi ya lumayan juga. Memang di jalan utama toko-tokonya punya suvenir yang lebih variatif baik dalam model maupun jenisnya, tapi beberapa suvenir tradisional andalan sebenernya bisa anda temukan di jalan sebelah kanan yang sepi itu. Termasuk jika anda ingin menyewa Yukata untuk merasakan sensasi Jepang tradisional. Di jalan kanan ini juga ada beberapa tempat persewaan yang harganya lebih murah. Dan di kedua jalan ini pasti punya kuliner andalan ini: Matcha Icecream. Untuk yang satu ini harganya sebenernya standar, sekitar 300-500 yen tergantung jenis esnya. Tapi saran saya untuk eskrim, coba di kedai yang terletak di jalan utamanya (jalan sebelah kiri dari arah bawah). Di sana ada satu kedai eskrim yang cukup ramai dan patut dicoba.

Matcha Icecream: Must try!
Ini harus masuk list "must try" anda, meskipun cuaca sedang -3Celcius!

Setelah mendaki ke atas, menapaki jalan lurus keatas, melewati lautan manusia dan deretan toko, akhirnya tibalah di Kiyomizu-Dera.

Di gerbang paling depan kompleks Kiyomizu-Dera
Mohon jangan dihiraukan plastik belanjaan saya ^^;

Layout kompleks kuil ini dilihat dari depan

video


Sebenernya lay-out dari kuil ini juga sejenis dengan Fushimi Inari. Begitu memasuki gate, kita akan disambut beberapa pavilion kecil.

Naik ke atas, ketemu pavilion lagi

landscape

Yang pasti ada, tempat penggantungan Ema


Salah satu spot foto, di depan gerbang menuju suatu taman kecil

isi di dalam gerbang yang tadi. bagus untuk spot foto
ada kolam juga

Sampe ke daerah ini, tidak ditarik biaya apapun. Bebas berfoto sesuka hati di area depan kompleks Kiyomizu-Dera ini. Tapi jika ingin menelusuri bagian pavilion utamanya, kita harus membayar retribusi.
Pavilion utama dilihat dari luar. Familiar, huh?


Pintu menuju ke pavilion utama, didepan sana ada loket untuk membeli tiket masuknya
Ada apa di dalam?

video


Yang pasti di dalam sini kita bisa menemukan altar budha tempat bersembahyang, ada pula tongkat biksu ajaib dan beranda dengan pemandangan yang indah.
Salah satu altar berdoa

Altar untuk berdoa

Bagus untuk photoshoot juga

Jangan lupa untuk berfoto di berandanya, dengan latar belakang pemandangan yang hijau
Atau di bagian cornernya

Tongkat biksu dan sandal biksu yang beratnya LUAR BIASAAAAAH
Bahkan saya ngga mampu mengangkat tongkat biksu ini saking beratnya, bayangkan kalo harus memakai sandal besinya juga
Stik untuk menuliskan doa atau permohonan, pengganti Ema
Beranjak dari pavilion utama ini, dibagian belakang ada section khusus yang "katanya" bisa mengatasi masalah percintaan. Di tempat ini ada section khusus yang menjual beranekaragam jimat untuk percintaan, pernikahan dan semacamnya.

Menuju ke area "anak muda". nggak tau bacanya apa kanjinya, tapi kata orang, ini area khusus untuk anak muda dengan problema percintaan mereka. Lihat kan, banyak muda-mudi kesana.
FYI, yang cantik-cantik pake kimono itu bukan orang jepang lho!

Menuju ke pusat penjualan jimat
Tempat penjualan berbagai macam jimat percintaan

Saya ditengah2 tempat penjualan jimat, altar kuil, dan tempat membasuh

Ini tempat membasuh yang saya maksud. Selalu ada di kuil2

Altar berdoa

Altar lagi

Sebenernya saya ngga tau ini tulisan apa (berhubung saya buta kanji), tapi ada kata Indonesia disitu. Seneng. hahahaha
Setelah berkeliling bagian atas kompleks ini saatnya kita melihat ada apa di bagian bawah

Kompleks bagian bawah main pavilion
Yuk turun kebawah
Di bagian bawah pavilion utama masih ada beberapa bangunan lagi, salah satunya ada sebuah pondok dengan air suci dan antrian yang luar biasa panjang. Ada beberapa bangunan yang menjual suvenir dan jimat juga, tapi saya ngga sempat mampir.

Saya lupa apa cerita dibalik air suci ini, yang jelas semua wisatawan rela ngantri panjang untuk merasakannya.
Saya? Enggak sempat karena hari sudah mulai gelap.

Well, sebenernya area kuil ini luas sekali dan masih banyak tempat yang perlu di eksplor. Ada beberapa bagian yang off-limit lantaran sedang dalam renovasi. Karena keterbatasan waktu dan nafsu ingin shopping di Higashiyama District, akhirnya saya menyudahi petualangan saya di kompleks kuil ini. 

Terakhir, pesan saya, jangan lupa foto di sepanjang jalan ini, apalagi kalau musim gugur atau musim semi. Bakal cantik banget deh.

Last, saya ingin ngasih beberapa kesan dan pesan buat para traveller amatir seperti saya ini:

1. Jangan kemaruk. Contohnya saya yang berencana mau kesana kemari tapi nggak melihat alokasi waktu dan kondisi di lapangan, akhirnya saya harus kecewa karena batal kebeberapa tempat. Sebaiknya anda rencanakan sebaik-baiknya dan se-realistis mungkin.

2. Rencanakan sedetil2nya hingga ke modalitas transportasi bagi anda yang akan ke Jepang. Karena modalitas transportasi di Jepang sebenernya sudah sangat jelas, sangat membantu, dan sangat bisa anda perkirakan alokasi waktunya (secara negara Jepang ini anti telat) dan kebutuhan biayanya, kecuali jika ada bencana atau perubahan cuaca ekstrim.

3. Jangan males. Menjelajahi Jepang emang bener-bener butuh a lot of effot. Tapi semua bakal terbayar kok. Termasuk jangan bangun kesiangan ya!

4. Jangan bingung. Informasi yang diberikan oleh negara Jepang untuk para turis sebenernya sudah sangat informatif. Kalo bingung, jangan sungkan tanya! Mungkin orang daerah Kanto lebih cuek dan cool. Tapi orang Kansai pada umumnya sangat ramah terhadap orang asing sekalipun. Mereka sangat baik dan helpful. Saya banyak sekali dibantu oleh mereka bahkan dalam kondisi saya tidak meminta bantuan sekalipun! Saking ramahnya, kadang mereka menawarkan bantuan begitu saja kepada orang asing seperti saya dan rombongan ini.

5. Yang tau diri ya kalo ke shopping district. Jangan kalap. Nanti rugi waktu, rugi uang, dan rugi tenaga yang pasti.

Masih kurang puas ya?

Nanti saya akan eksplor lagi Kyoto di lain kesempatan!

See you on next post!

video








You Might Also Like

0 comments

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!