My Winter Vacation Diary: OSAKA trip!!

7:43:00 AM

Sesuai janji, saya akan lanjutkan seri "My Winter Vacation" saya. Setelah membahas soal persiapan, berikutnya saya akan share tentang berlibur ke Jepang ala-ala backpacker.

Ala-ala backpacker lho ya. Bukan backpacking beneran. hehehe

Sebenernya saya mau bahas soal Ujian Masuk perguruan tinggi di Jepang, tapi engga enak ngebahasnya sebelum hasil ujian saya keluar tengah Februari nanti. Jadi buat yang nunggu posting tentang ujian, sabar dulu ya, sekarang kita jalan-jalan dulu.

Saya tinggal di Jepang selama 6 hari. 2,5 hari saya habiskan di Kobe, sisanya dihabiskan di Osaka (2 hari), Kyoto (1 hari) dan Nara (0,5 hari). Sementara keluarga saya sudah di Osaka semenjak hari kedua, mereka menghabiskan waktu selama 5 hari masing-masing di Osaka (3 hari), Kyoto (1 hari) dan Nara (1 hari).

Sebelum mulai jalan-jalan, saya akan kasih tips tentang akomodasi. Menginap di penginapan di manapun di tanah Jepang bisa dibilang mahal (apalagi buat orang Indonesia). Kamar yang mereka sewakan biasanya mungil-mungil dengan harga yang engga mungil. Saya pergi ke Jepang membawa rombongan keluarga, kalo harus menginap di hotel, pengeluarannya bisa bengkak sekali. Untunglah ada website Airbnb. Web ini menawarkan tempat menginap berbentuk mulai dari hotel. hostel, rumah, hingga apartemen, dan sebagainya. Lokasinya tersebar di berbagai tempat di dunia! Informasi yang diberikan ttg masing-masing penginapan sangat lengkap, detil, dan membantu sehingga kita bisa mendapatkan tempat yang bener-bener nyaman secara fasilitas dan lokasi, dengan harga yang sesuai budget kita. Sebenernya web ini sudah lama dan sudah banyak dipakai oleh berbagai backpacker di dunia. Namun baru kali ini saya merasakan sendiri pelayanan web tersebut dan puas sekali dengan apa yang kami dapat.

Selama di Osaka, kami tinggal di sebuah kamar apartemen dengan dua kamar tidur, 6 bed, kamar mandi gaya jepang, dapur (lengkap dengan peralatannya) dan meja makan. Karena ada dapur, kami bisa mengirit pengeluaran kami dengan menyiapkan sendiri makan pagi dan kadang makan malam kami. Nyaman sekali, berasa di rumah sendiri! Lokasi gedung apartemennya juga strategis, dekat dengan stasiun subway dan pusat perbelanjaan ternama. Kurang asik apalagi coba?
Kamar apartemen kami. Mungil, tapi nyaman dan menyenangkan!
Kamar apato kami ada di lantai 9. tapi tenang aja, ada liftnya kok. ada mesin laundry juga di lantai 10
Fasilitas seperti lift dan lain-lain semua di provide oleh website Airbnb ini, jadi jangan khawatir
bila info kurang lengkap, bs langsung menghubungi ownernya kok

Okay, sekarang kita berwisata di Osaka!
Ada banyak sekali sebenernya obyek wisata di Osaka, tapi karena keterbatasan waktu, dan untuk menghemat pengeluaran juga sih, kami membatasi kunjungan kami hanya ke beberapa lokasi yang paling iconic aja. Awalnya kami berencana mengunjungi Osaka Castle, kuil Sumiyoshi Taisha, Tsutenkaku (Osaka Tower), Umeda Sky Building, Tempozan Giant Ferris Wheel, Aquarium Kaiyukan, Universal Studio Japan dan The Osaka Museum of Housing and Living, tapi karena saya musti ujian di Kobe, saya tidak ikut ke USJ, Kaiyukan, Tempozan, dan Museum Housing and Living, dan kami membatalkan kunjungan ke Umeda karena keterbatasan waktu. Disini saya akan berbagi pengalaman saya ke tiga tempat menarik di Osaka! Semoga bisa membantu teman-teman yang hendak kesana.

So, Let's Go!

OSAKA CASTLE
Ini adalah tempat favorite saya!!
Bentar, ini belum masuk area castlenya lho, tapi si castle uda keliatan nongol tuh

Jalan yang harus ditempuh dari pinggir jalan raya, menuju ke pintu masuk

Osaka Castle!!!!

Gerbang masuknya disini nih. Masuk sini belum perlu bayar tiket, bayarnya nanti kalo mau masuk Castlenya
Bagian dalam castle, ada lapangan luas, dimana dipinggirnya banyak orang berjualan makanan, suvenir, dan sebagaimacamnya


Di pinggir lapangan luas castle ini terdapat bangunan bergaya eropa. Ngga tau sejarahnya gimana, tapi bangunan ini berfungsi sebagai museum juga kalo ngga salah. Bangunan ini tutup ketika saya berkunjung

Nah, tepat di depan castle, ada si Abang berpakaian prajurit yang siap diajak foto bareng "gratis", mereka bahkan menawarkan kostum untuk dipakai oleh pengunjung yang ingin foto bareng dengan abang prajurit ini (kostumnya sederhana lho, bukan kayak si abang ini, cuma semacam rompi aja gitu sama pedang). Semuanya GRATIS. Yang NGGAK GRATIS adalah jika kita memutuskan untuk mencetak foto hasil jepretan mas petugas fotonya. Kita diperbolehkan mengambil foto dengan kamera sendiri kok, si petugas juga bakal tetep jepret kita pake kameranya, dan tetep gratis asal kita ngga nyetak itu foto.

Saya sempat tertarik, tapi ragu, karena takut disuruh bayar kalo foto bareng (walaupun si petugas terang2an bilang itu gratis), soalnya bayarnya mahal, sekitar 1200yen. Setelah berpikir, akhirnya saya memutuskan "Ogah ah fotonya kalo nggak bisa pake helmet dan baju persis kayak si abang ini" Hahahaha

Akhirnya saya dan keluarga memutuskan foto bersama bapak prajurit yang satu ini.
Bapak prajurit ini menawarkan foto bersama GRATIS juga. Kita bahkan bisa meminjam helmet yang dimiliki bapak ini. Berhubung saya bisa pake helemnya, jadilah saya memilih berfoto dengan bapak ini aja :)

Kalo ingin pengalaman berfoto dengan outfit yang lebih "serius" nanti bisa kita temukan boothnya di dalam Osaka Castle, tapi jangan lupa siapkan kocek yang "cukup" yaa
OK, let's get inside!

Buat yang baca blog saya, pasti tahu salah satu posting populer saya bertajuk Klan Tokugawa: Sekilas Tentang Para Shogun Jaman Edo (baca disini). Posting tersebut menceritakan Tokugawa family yang bermarkas di Edo (Tokyo). Sementara di Osaka ada Hideyoshi Toyotomi yang merupakan tokoh penting sejarah Jepang, seperti Tokugawa, yang memimpin di Osaka. Kisah hidupnya mengagumkan. Dan kisah Hideyoshi Toyotomi sendiri juga berkaitan dengan Tokugawa, karena mereka berdua merupakan "bawahan" dari Nobunaga Oda, salah satu tokoh sejarah yang penting dan besar namanya di Jepang, yang kemudian keduanya menjadi rival. Nah, seisi Osaka Castle ini akan bercerita tentang kisah seorang Hideyoshi Toyotomi, dan berbagai macam tokoh penting disekitarnya, termasuk secuil tentang Tokugawa Ieyasu juga.

Osaka castle merupakan istana bergaya Jepang dengan 8 lantai. Dari exteriornya aja udah keliatan Jepang banget. Tapi bagian dalam castle ini sudah direnovasi dengan sangat modern, termasuk menambahkan lift ke dalamnya. Dalam mengelilingi castle ini, ada aturan khususnya lho. Pengunjung yang masuk akan langsung dinaikkan ke lantai 5 menggunakan lift (lift tidak berhenti di lantai lain selain lantai 1 dan 5). Sesampainya di lantai 5, jangan menikmati sajian di lantai ini dulu, ikuti tanda untuk naik kelantai berikutnya hingga lantai 8 (jangan khawatir, lantai 6 tidak ada, setelah lantai 5 dilanjutkan lantai 6/7 dan terakhir lantai 8, jadi cuma naik 2 kali aja. Entah kenapa lantai 6 tidak ada, meskipun angka lantainya ditulis). Hal pertama yang dilakukan jika berkunjung ke Osaka Castle adalah menikmati keindahan kota Osaka dari puncak Osaka Castle!!

Di lantai puncak ini, hanya ada pemandangan, dan toko suvenir. Kalo anda tidak sempat mampir ke toko suvenir, jangan khawatir, di lantai 1 juga ada toko suvenir dengan barang-barang yg hampir serupa.

Lihatlah indahnya pemandangan dari puncak Osaka Castle. Indahnya Osaka bisa kelihatan dari puncak ini.
video


Setelah puas berputar di puncak dan melihat indahnya Osaka, mulailah menikmati lantai demi lantai berikutnya sambil menuruni castle ini. Urutannya, setelah menikmati lantai 8, baru menikmati lantai 6/7 ini. Di lantai ini terdapat banyak sekali kisah tentang Hideyoshi Toyotomi yang ditampilkan dalam bentuk kisah, replika, hingga diorama yang menarik untuk disimak.
Kisah hidup Hideyoshi Toyotomi, Mulai jaman kecil, hingga akhir hayatnya di kisahkan disini. Termasuk silsilah keluarganya

Replika peperangan

Bagian yang paling saya sukai, kisah tokoh dan sejarahnya

Nama tokoh yang kerap muncul di film Jepang ya?




Yang tidak kalah menarik adalah diorama yang disajikan di sepanjang lantai. Diorama ini dimainkan secara sekuensial dari diorama pertama hingga terakhir, jadi kalo mau nangkep kisahnya, harus urut mantengin dari diorama pertama hingga terakhir.
video


Kemudian turun lagi ke lantai 5. Dan turun lagi ke lantai berikutnya.

Ada dua lantai dimana pengunjung dilarang mengabadikan isi Osaka Castle menggunakan kamera, yaitu lantai 3 dan 4. No photograph allowed here. Please obey this. Lantai 3 dan 4 ini memuat barang-barang pusaka, seperti armor, kipas, lukisan, surat gulung otentik, puisi-puisi diatas kertas sekat ruang, patung, dan yang menjadi salah satu atraksi adalah replika ruang minum teh Hideyoshi Toyotomi yang dibuat dari emas. Konon replika ini dibuat dari emas, mengikuti benda aslinya yang telah leleh dimakan api ketika Osaka Castle terbakar dalam perang besar Osaka. 

Di lantai 2, ada pojok khusus untuk berfoto menggunakan armor dan helm prajurit Osaka seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Tapi untuk bergaya menggunakan kostum tersebut, dikenakan biaya yang cukup...mahal? Helm dan armor disini bisa dibilang mendekati helm dan armor sungguhan. Jadi kalo mau kesan yang beneran, cobanya disini nih.

Akhirnya kembali ke lantai satu. Jangan lupa ada toko suvenir untuk para pemburu suvenir dan oleh-oleh!

Setelah asik putar-putar, pasti laper. Jangan khawatir, ada beberapa "warung" disekitar Osaka Castle yang menyajikan (tentu saja) Takoyaki! Ada juga menu lain yang saya ngga terlalu perhatikan. Bahkan ada yang jual eskrim juga! tapi selalu ingat, sampah adalah tanggungjawab kita sendiri. Jaga kebersihan ya!

SUMIYOSHI TAISHA
Saya sendiri ngga ngerti kenapa adek saya ngebet pengen kesini, padahal kuil yang satu ini bukan merupakan obyek wisata unggulan. Kuil ini dikatakan sebagai kuil tertua. Meski bukan obyek wisata, tenang aja, banyak juga turis di dalamnya. Dan ternyata tempatnya cukup cantik untuk berfoto.
Yuk masuk gerbang depannya
Ada jembatan cantik yang bisa dijadikan spot foto. Tapi hati-hati menapakinya ya, karena anak tangganya "nggak biasa". Curam dan sempit.

Dari jembatan, kita bisa lihat pemandangan kolam yang khas Jepang ini

Ini gerbang temple-nya


interiornya





Langsung. Jepret

Ada spot bagus. Langsung. Jepret.

Selain bisa foto, buat yang laper karena perjalanan, bisa cicip-cicip jajan disini.



Puas? Sekarang kita lanjutkan perjalanan.

TSUTENKAKU (OSAKA TOWER)
Tokyo punya tower, Kobe punya tower, Osaka juga punya dong (orang Jepang seneng banget ya bikin tower??). Osaka Tower terletak di tengah-tengah kawasan pertokoan. Jadi kalo melintasi area ini, hati-hati ya, jgn sampai kalap ngeliat banyak toko di area ini.

Tsutenkaku, Osaka Tower yang dikelilingi wilayah pertokoan yang padat
Ada si ikan yang begitu iconic di kawasan pertokoan ini

Di salah satu ujung jalan kawasan pertokoan ini
video


Cantiknya lampu tower ini di malam hari. Suasana pertokoan semakin meriah dimalam hari


Untuk masuk ke dalam Tsutenkaku, kita harus turun melalui sebuah pintu (atau sebuah lift) yang ada tepat di bawah kaki tower ini.  Di dalamnya terdapat sebuah panggung mini yang mementaskan drama oleh anak-anak muda (usia SMP/SMA), dan (sekali lagi) ada TOKO MERCHANDISE! Disini menjual khusus menjual barang dari Glico (Produsen Pocky, Pretz, dsb) dan Nissin (produsen mie instan). Barang-barang yang dijual disini ada beberapa yang limited edition, alias hanya tersedia disini. Jadi, sempatkanlah untuk BELANJA

Yang merah, Glico-ya atau Glico. Menjual berbagai macam snack produksi Glico. Disini kita bisa mendapatkan produk Glico khusus yang bahkan tidak dijual di toko lain. Mereka menjual dalam bentuk eceran, dan beberapa ada yang dalam bentuk package-package limited edition yang bisa dikoleksi
Yang kuning: Hyoko-chan shop. Hyoko artinya anak ayam, yaitu si mascot Nissin. Selain menjual mie instan, ramen instan dalam kemasan maupun dalam cup, mereka juga menjual merchandise serba anak ayam kuning imut ini, mulai dari tempat pensil, boneka, gantungan kunci, tas, hingga handuk.

Selain belanja, hal yang bisa kita lakukan disini adalah: Menaiki Towernya. Jelas lah. Untuk menaiki towernya dipungut biaya 800Yen untuk dewasa. Lumayan mahal. Tapi kalau kita beli tiket One Day Pass untuk subway, kita bisa mendapatkan potongan 100Yen. Tapi kalau anda ingin naik, bersiap-siaplah MENGANTRE. Banyak sekali orang ingin melihat kota Osaka dari tower ini. Dan pelayanan ke puncak tower akan ditutup 30 menit sebelum jam operasional berakhir.

Sudah sampai wilayah ini, rugi rasanya kalo ngga keliling ke wilayah pertokoan di sekitarnya. Disini, tentu saja kita bisa SHOPPING!

Mampir ke kawasan Shinsekai, salah satu kompleks pertokoan



Ada satu toko di Shinsekai ini, namanya Bunga Kopi. Ternyata toko ini menjual pernak-pernik etnik Indonesia lho!
Mungkin pemiliknya jatuh cinta sama Indonesia ;)
Indonesia emang keren kok
Jangan kalap dulu belanja disini, destinasi berikutnya bakal lebih heboh lagi!


DOTOUMBORI (DOTONBORI)
Yeeaaaahh
Ini wilayah sebenernya isinya cuma pertokoan aja, cuma wilayah ini adalah wilayah pertokoan paling iconic di Osaka raya. Siapa yang ngga kenal abang "Glico man" yang menjadi icon wilayah ini sih??

video

GLICOMAAAANNN!!

Kani (Crabs)!!
Salah satu restoran penyaji kepiting yang populer di kawasan ini.
Bukan hanya karena masakannya, tapi karena kepiting besar yang menjadi simbol resto ini
Bahkan wilayah ini diambil menjadi setting lokasi di salah satu game favorit saya Yakuza 2 (Ryuu ga Gotoku). Area ini sangat luas, dengan banyak sekali pertokoan yang menawarkan mulai dari barang fashion, obat, kosmetik, elektronik, hingga oleh-oleh. Pesan saya, anda harus mengelilingi tempat ini dan jangan terpaku hanya di lokasi iconicnya aja.

video

Kesalahan yang saya lakukan adalah terfokus pada satu area yang dekat dengan jembatan dotoumbori, dan memutuskan untuk shopping oleh-oleh disekitar situ aja, padahal, banyak banget toko-toko yang menarik di bagian lain dari area tersebut. Menelusuri pinggiran sungai harus masuk dalam list anda, karena di pinggir sungai itu anda akan menemukan toko Takoyaki yang antrenya subhanallah panjaaaaaaaaannnnnngggggg bangeeeeeeetttttt (lihat bagian akhir video saya diatas). Sepertinya itu adalah toko Takoyaki paling fenomenal se-Osaka yang perlu anda coba. Sayangnya saya kemaleman untuk antre sepanjang itu, jadi saya skip agenda tersebut T_T dan saya nyesel banget.

What to do in Dotoumbori?
Foto bareng abang Glicoman, and of course SHOPPING. Simple banget, tapi seru banget.

Saking asyiknya shopping sampe kalap dan lupa mengabadikan betapa ramai, penuh, meriah, sekaligus indahnya kawasan ini. Kawasan ini juga sangat luas dan memanjang, jadi puas-puasin deh shopping. Saran saya, satu hari mungkin ngga cukup untuk bener-bener muterin tempat ini sambil shopping. Hahahaha

Untuk trip ke Osaka, usahakan jangan cuma sehari ya, nggak puas nanti. Osaka bener-bener perlu di eksplor soalnya. Apalagi wilayah Kansai ini "relatif lebih murah" dibanding area Kanto, jadi puas-puasin lah disini. hehe

Okelah, Minggu depan saya akan lanjutkan trip saya ke kota berikutnya: KYOTO

See you!

PS. Mohon maaf untuk foto yang low quality dan nggak "traveller-photo" banget. Saya traveller amatir. Yang penting kisah saya bisa memberi informasi kepada teman-teman. Semoga membantu ;)

You Might Also Like

2 comments

  1. Helo..ceritanya menarik..btw boleh tau nama apartemen airbnbnya..kebetulan saya rencana kW jepang April depan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah mampir kesini ;)
      Jujur saya lupa nama apatonya, krn yg pesan kakak saya. Seinget saya lokasinya didkt national theater deket stasiun Namba. Nama ownernya Anna kalo ngga salah ingat.
      Semoga April depan jadi berangkat ya! Selamat menikmati Jepang!

      Delete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!