LPDP and me: Secuil Pengalaman Mendaftar (Part.1)

6:53:00 AM

Setelah berhasil dinobatkan sebagai awardee (penerima) beasiswa LPDP, beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar bahwa teman baik saya yang dulu sharing-sharing soal LPDP dengan saya, akhirnya diterima juga dalam satu kali coba! Well done my girl!

Karena sudah terbukti kredibilitasnya dan jumlah awardee dari angkatan saya (FK Unair 2008) jumlahnya semakin meningkat, akhirnya jalur beasiswa ini mulai banyak di lirik oleh teman-teman saya. Dalam posting kali ini, saya ingin berbagi secuil pengalaman saya. Tidak bermaksud menggurui atau memberi arahan bak guru, saya hanya ingin memberi inspirasi kepada teman-teman berdasarkan pengalaman saya, terutama untuk para dokter. Banyak sekali pertanyaan yang saya terima mengenai beasiswa ini, daripada harus mengulang jawaban, disini saya berusaha menjawabnya. So, buat yang tertarik, monggo di simak....

ALERT
Tulisan ini BUKAN petunjuk resmi pendaftaran, hanya sekilas gambaran berdasarkan pengalaman saya. Untuk informasi resmi, silahkan merujuk ke website resmi.

Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya mendaftar pada gelombang III tahun 2015. Untuk informasi terbaru, silahkan merujuk ke website resmi




Dewasa ini, siapa sih yang ngga kenal dengan beasiswa yang satu ini? Beasiswa yang diberikan Kementrian Keuangan melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) ini sudah banyak menerbangkan teman-teman kita ke berbagai negara untuk melanjutkan studi. Jumlah penerimanya bener-bener meningkat drastis dari tahun ke tahun, apalagi jumlah pendaftarnya. Semakin banyak teman-teman kita yang berhasil berangkat, semakin populer pula beasiswa yang satu ini. Saya sendiri ngga terlalu familiar sama beasiswa yang satu ini (dibandingkan dengan beasiswa Monbukagakusho-Jepang, Neso-Belanda, Fullbright-AS, dan sebangsanya), nyatanya di lingkungan saya mulai banyak sekali teman-teman yang mengenyam pendidikan di luar negeri berkat beasiswa ini. Nggak tanggung-tanggung, di sekolahinnya ke Inggris yang terkenal mahal! Teman satu kelompok Internship saya bahkan juga menjadi salah satu awardee (penerima) beasiswa ini, dan sekarang sedang melanjutkan pendidikan ke Australia. Akhirnya saya bertekad untuk mendaftar beasiswa LPDP ini. Dan, alhamdulillah, saya lolos pada percobaan pertama ;)

Basically, first thing first, yang paling penting (buat saya) adalah motivasi. Menjadi seorang penerima beasiswa yang dibiayai oleh negara, kita harus punya motivasi yang jelas serta tujuan yang jelas. Jangan jadikan "saya ingin sekolah di luar negeri" atau "saya memiliki kualitas untuk sekolah di luar negeri" atau "saya ingin punya titel yang bagus" atau "saya ingin mendapatkan titel tertentu supaya pendapatan saya meningkat" atau "saya ingin mendapatkan keuntungan pribadi" dan semacamnya sebagai motivasi dan tujuan teman-teman. Ingat, ini uang negara, amanah negara. Tentunya mereka akan mencari orang-orang yang sanggup menerima AMANAH ini. Berbeda dengan beasiswa lain, LPDP mencari orang-orang yang nantinya akan membangun bangsa, yang akan menjadi pemegang keputusan di masa depan, yang akan menjadi pioneer di bidangnya dan memajukan bidang itu di Indonesia, dan semacamnya. Bukan sekedar menyekolahkan orang pintar atau orang yang memiliki kualitas internasional apalagi jika tujuan sekolahnya adalah untuk bekerja di luar negeri!

Saya tertarik dengan riset kedokteran, karena saya yakin disitulah poros perkembangan ilmu kedokteran. Saya yakin bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi poros perkembangan ilmu kedokteran dunia, tidak hanya di bidang tropical medicine. Hal inilah yang mendasari keinginan saya untuk sekolah lagi. Dan mengembangkan riset kedokteran di Indonesia, terutama di bidang saya, menjadi tujuan bagi saya. Klise ya kedengarannya? Well, I will not tell you the detail of my plans, saya disini hanya membagi secuil pengalaman saya aja. Let's stick to the plan.

Selanjutnya motivasi dan tujuan ini harus saya apakan? Simpen baik-baik, karena ini akan mempengaruhi proses seleksimu dan mulai siapkan dirimu:

PRE-PENDAFTARAN
  • Cek jadwal seleksi LPDP
Secara umum, seleksi beasiswa ini terbuka sepanjang tahun. Teman-teman bisa memasukkan berkas pendaftaran kapan saja, tidak ada batasan bahwa berkas harus masuk pada periode tertentu saja, karena ada 4 gelombang seleksi dalam satu tahun yang bisa mengakomodir tanggal berapapun teman-teman mendaftar. Yang perlu dicermati adalah kapan tanggal seleksinya. LPDP (sampai tahun 2015), memiliki 4 gelombang seleksi yang terpaut sekitar 3 bulan. Dari seleksi hingga pengumuman bisa memakan waktu 1 bulan. Jadwal perkuliahan teman-teman boleh dimulai setidaknya 6 bulan setelah penutupan pendaftaran. Hati-hati, setelah pengumuman hasil seleksi, akan ada beberapa agenda yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Jadi, pastikan teman-teman tahu kapan harus ikut seleksi dan kapan harus memulai perkuliahan. Mulailah membuat time-table jangan sampai kelewatan tanggalnya, kasian umur yang udah makin tinggi.

Pengalaman pribadi saya nih, saya cukup terlambat dalam mendaftar beasiswa ini, karena dulu smpat galau mau ambil apa setelah internship. Saya melihat teman saya yang sudah mantap melanjutkan jenjang S2 sudah mempersiapkan segala macam tetek bengeknya semenjak masih internship. Jadi begitu selesai internship, bisa langsung melanjutkan pendidikan. Sementara saya. masih harus menunggu sekitar satu tahunan sampe bisa mulai sekolah lagi. Padahal umur segini nih....
  • Siapkan jawaban dari motivasi dan tujuan kita tadi: mau daftar sekolah apa? dimana? dan kenapa?
Karena sudah punya motivasi yang jelas dan tujuan yang jelas, pasti kita langsung bisa mengerucutkan sekolah mana yang akan kita masuki dan kenapa harus disitu. Misalkan seorang calon spesialis memilih mengambil program di Unair karena akreditasinya baik, untuk yang ambil sekolah di luar negeri, segera cari informasi sekolah mana yang mengakomodir motivasi dan tujuan kita. Saya sendiri memilih negara Jepang sebagai tujuan, karena universitas saya benar-benar mengakomodir interest saya dan profesor saya merupakan salah satu pakar dunia dari bidang tersebut, walaupun universitas saya bukan universitas top dunia. Tidak perlu menembak universitas-universitas top dunia, yang penting teman-teman memilih universitas yang memang mengakomodir interest kita dan memiliki kualitas terbaik dari program tersebut. Lakukan pencarian dengan seksama mengenai hal ini, bertanyalah pada teman yang sudah berpengalaman sekolah ke luar. Untuk yang riset S3, pastikan anda mendapat supervisor yang memang top di bidangnya. Jangan sungkan untuk bertanya kepada senior yang lebih dulu belajar kesana, bahkan untuk minta diperkenalkan atau direkomendasikan. Untuk para dokter, di Jepang, lulusan dokter diperkenankan untuk langsung mengambil S3 tanpa melalui S2 terlebih dahulu (di Jepang, 18 tahun pendidikan formal sudah dianggap setingkat master)

Segera pastikan kapan semester dari sekolah tujuan kita dimulai, bagaimana kurikulumnya (apakah mengakomodir tujuan kita), kapan periode aplikasinya, dan apa saja requirements-nya, Lebih baik jika teman-teman mendaftar universitasnya jauh-jauh hari (kecuali untuk program spesialis, daftar LPDP dulu ya! karena sejak pengumuman ketrima program PPDS hingga mulai semester jaraknya sangat singkat, lagipula sumber pendanaan kadang menjadi pertimbangan seleksi). Bila teman-teman sudah diterima, sudah menerima Letter of Acceptance (LoA), akan lebih baik. Tidak ada jaminan bahwa memiliki LoA akan membuat kita diterima. Untuk yang belum mendapat LoA, jangan khawatir, yang penting teman-teman punya motivasi dan tujuan yang jelas, termasuk tujuan universitasnya dan apa alasannya.   

Pengalaman saya, saya sendiri sudah mendapat LoA dari profesor saya. Buat teman-teman yang ambil S3 di Jepang, segera cari supervisor, kontak mereka by email, karena beliaulah nanti yang mengeluarkan LoA (dan membantu proses seleksi beasiswa kita juga lho!). Kalau yang ambil S2, LoA biasanya dikeluarkan oleh universitas. Dalam kasus saya, LoAnya sifatnya conditional, karena ternyata saya masih harus mengikuti ujian masuk general di Jepang bulan Januari nanti. Nanti akan saya bahas di post yang berbeda ;)

Selain untuk fungsi tersebut, motivasi ini nanti akan berguna untuk proses seleksi. Nanti akan saya bahas di bagian lain.
  • Siapkan Sertifikat Bahasa Asing
Ini berlaku untuk semua program lho, mau S2, S3, spesialis, mau di luar negeri atau di dalam negeri semua tetep butuh sertifikat bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris. Perbedaannya hanya di jenis sertifikasinya (IELTS/TOEFL/dsb) dan berapa cut off nilainya.

Mempersiapkan sertifikat bahasa asing ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi saran saya, siapkanlah sertifikat ini sebelum anda daftar universitas, maupun mendaftar LPDP. Karena semuanya akan menanyakan sertifikasi bahasa asing ini. Dan ingat, sertifikasi ini hanya berlaku 2 tahun sejak diterbitkan lho. Jadi mesti atur waktu dengan baik.

Dalam kasus saya, saya ambil TOEFL ITP atau TOEFL yang paper-based. Kenapa? Karena sertifikasi ini masih diperhitungkan di Jepang. Lain halnya jika kita hendak ke UK, Australia atau beberapa negara eropa, mereka menggunakan IELTS sebagai syarat. Untuk yang (masih) ambil TOEFL, saran saya, ikut tes di lembaga bahasa yang ada di Universitas aja, karena lebih murah dan tetap reliable. Saya sendiri ambil tes di Pusat Bahasa Universitas Airlangga. Selain lebih murah, lebih dekat, jadwalnya banyak, dan ngga ngantri. Universitas negri umumnya punya lembaga bahasanya masing-masing yang menyelenggarakan tes semacam ini, jadi jangan khawatir.

Coba kroscek lagi berpa target yang mesti teman-teman capai untuk mendaftar di kampus tujuan.

PENDAFTARAN
  • Akses www.lpdp.kemenkeu.go.id
Mulailah akses web resminya. Jangan lupa download Booklet Pedoman Beasiswa-nya. Syarat-syarat bisa dilihat disana. LENGKAP. Sempatkan juga untuk membuka bagian Q&A, karena pertanyaan-pertanyaan umum semuanya ada disana. Dan percayalah, pertanyaan yang anda hadapi di awal-awal pendaftaran semua ada jawabannya disana. Terakhir, jangan lupa buat akun untuk pendaftarannya ya. Setelah itu mulailah mengisi formnya. Baca petunjuk pengisiannya baik-baik. Hindari bertanya terlalu banyak ke Customer Service, bukannya apa2 sih, cuma takut aja kalo ntar balesnya lama. CS LPDP super sibuk soalnya, banyak banget pertanyaan yang masuk, dan untuk pertanyaan yang sudah sering ditanyakan semuanya ada di bagian Q&A, jadi, baca semua petunjuknya ya.

Pengalaman saya, saya mengisi isian pendaftaran ini setelah mendapatkan LoA, sehingga tidak perlu bingung ketika mengisi bagian "sudah punya LoA?". Untuk yang belum punya, tidak masalah jika selama mendaftar belum punya LoA, memang keterangan tersebut tidak bs dirubah apabila ditengah pendaftaran nanti dapat LoA, tapi begitu pun nggak masalah kok. Sejauh yang saya tahu. Tapi untuk info resmi, tetap ke website resmi yah, siapa tau ada perubahan :D

Untuk isian form, isilah sedetil mungkin dan sebaik-baiknya. Segala macam pengalaman yang pernah dijalankan, yang bersertifikasi, kemudian penghargaan dan segala macam bentuk achievement monggo diisikan secara lengkap, kalo bisa dokumen pendukungnya juga ada (bukan sekedar juara nyanyi se RT yang buktinya cuma berupa foto...). Jenjang pendidikan benar-benar disesuaikan dengan ijazah ya. Segala macam paper yang pernah ditulis, dan sebagaimacamnya. Untuk isian form ini bisa diedit kapan saja sebelum di submit, jadi jangan khawatir bila ditengah nanti mau melakukan perubahan data. 
  • Siapkan berkas-berkasnya
Berkas-berkasnya lumayan banyak. Siapkan satu persatu dengan baik ya, karena penting untuk proses seleksi. Ada beberapa berkas yang secara umum harus disiapkan untuk jenis beasiswa apapun, yaitu:

Essay
Kenapa saya sebut diawal? Soalnya ini yang paling cepat untuk dipersiapkan. Ngga perlu bergantung sama orang lain dan bisa dikerjakan kapanpun dimanapun. Modalnya hanya anda dan motivasi anda :D Ingat pesan saya untuk inget-inget motivasi kita untuk sekolah lagi? Nah, disinilah tempat anda menggambarkan, mendeskripsikan, memaparkan sebaik mungkin motivasi anda, cita-cita anda, dan inilah media dimana para penyeleksi akan melihat apakah ada kesamaan tujuan antara anda dengan pihak pemberi beasiswa. Buatlah sebaik-baiknya, dimanapun berada, kapanpun, cobalah untuk mulai menuangkan ide tersebut.

Dalam kasus saya, bahkan sedang jaga di klinik pun, saya sambil menuliskan sedikit demi sedikit ide untuk esai saya di secarik kertas resep yang tidak terpakai. Melalui esai ini, saya memaparkan sebaik mungkin tentang tujuan saya, motivasi saya, dan beberapa langkah yang possible bagi saya meraih tujuan saya Jangan khawatir bingung memulai menulis esai, karena didalam pedoman pendaftaran, sudah ada arahan dalam menulis esainya. Jadi sisanya tinggal buah pikir temen-temen, kreativitas berbahasa, dan motivasi teman-teman. 

Sertifikasi bahasa asing
Cek lagi apa jenis sertifikasinya, berapa cut-off nilai untuk universitas tujuan anda dan untuk program beasiswa yang akan anda ambil. Segera ikut tes, dan segera upload dokumennya.

Saya sudah menyiapkan dokumen ini jauh sebelum mendaftar LPDP, bahkan sebelum saya mengontak profesor saya. Jadi menurut saya ini dokumen kedua yang paling cepat untuk disiapkan.

Surat Pernyataan
Di pedoman pendaftaran sudah ada penjelasannya mengenai format penulisan, butiran isi, dan bagaimana penandatanganannya. Segera tandatangani dan upload dokumennya. Cepat dan mudah, hanya perlu dipending untuk beli materai aja.

Coba cermati baik-baik poin2nya ya teman, pastikan anda mengerti bahwa poin-poin tersebut bernilai hukum setelah surat itu ditandatangani. 

Surat Ijin Atasan
Ini untuk yang sudah bekerja. Dan ini lumayan rumit prosesnya, jadi saran saya segeralah diurus. Kalau anda ingin praktis, yasudah resign aja sebelum daftar. No need for this letter.

Surat Rekomendasi
Ini surat yang penting, sehingga perlu dipersiapkan dengan baik. Pastikan anda memilih orang yang tepat untuk merekomendasikan anda. Orang yang benar-benar mengerti sepakterjang anda. Untuk kasus saya, Profesor kepala departemen Patologi Klinik yang sekaligus dosen wali saya selama berkuliah adalah orang yang paling mengerti saya, sehingga saya langsung mendatangi beliau untuk memohon surat rekomendasi.

Format surat rekomendasi sudah ada dalam pedoman pendaftaran sehingga anda/pemberi rekomendasi tidak perlu bingung. Yang jelas anda harus benar-benar memastikan format ini, karena saya sempat harus bolak-balik ketemu dosen lantaran format saya sempat salah.
My research proposal and recommendation letter

Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba (dan surat Bebas TBC)
Ini adalah surat yang menurut saya paling rumit. Butuh waktu yang lama untuk mempersiapkannya. Perhatikan bahwa ada tiga surat berbeda: surat keterangan sehat, bebas narkoba dan bebas TB. Dua surat pertama bisa diminta di RS Pemerintah (RSUD atau RSUP), sementara surat yang terakhir tidak bisa di sembarang tempat. 

Untuk Surat Sehat, ada dua jenis, sehat jasmani dan rohani. Untuk kasus saya, saya hanya memakai yang sehat jasmani saja (karena di panduan pendaftaran tidak ada keterangan soal sehat rohani). Surat ini harus dikeluarkan dari RS pemerintah lho ya, jadi jangan membuat surat ini di puskesmas atau klinik. Memang biaya periksanya lebih mahal dibanding Klinik atau Puskesmas. Pembuatannya tidak makan waktu lama, yang lama mungkin antrinya aja. Untuk pemeriksaannya biasanya cukup singkat.

Surat Keterangan Bebas Narkoba memiliki kriteria yang berbeda untuk tiap Rumah Sakit, sejauh yang saya ketahui (walaupun sebenarnya saya hanya membandingkan di dua rumah sakit aja sih). Di RSUD tipe B tempat saya melakukan tes narkoba, reagen yang dipakai hanya dua, yaitu untuk mengetes kandungan Amphetamin dan Marijuana melalui urin saja. Sementara di RS lain, bisa saja reagennya lebih banyak lagi. Di RS kepolisian, setahu saya, reagennya ngga cuma dua itu saja. Well, mungkin setiap rumah sakit punya kebijakan yang berbeda. Untuk tes Narkoba ini saya mengeluarkan biaya untuk mendaftar dan biaya periksa, serta biaya membeli reagen dan tesnya di laboratorium. Karena hanya dua reagen, keseluruhan tes ini menghabiskan biaya sekitar 100 ribu. Setelah hasil tes labnya keluar, nanti poli Jiwa yang akan mengeluarkan surat keterangan ini. Oiya, pesan saya, siapkan minum atau periksalah ketika sedang kebelet pipis, karena pemeriksaannya melalui urin lho. Pengalaman saya, sempat panik waktu mau periksa, karena kondisi sedang puasa waktu itu, jadi kandung kemihnya masih kosong....

Nah, yang terakhir lebih tricky lagi. Surat ini setahu saya ngga boleh dibuat disembarang tempat. Hanya rumah sakit dengan pelayanan TB terpadu yang boleh mengeluarkan surat ini. Saya kebetulan membuatnya di RSUP tipe A pendidikan, sehingga tidak ada masalah. Untuk yang mau membuat surat di rumah sakit yang tipenya lebih kecil, mungkin bisa menanyakan dulu ke pihak rumah sakit apakah mereka bisa mengeluarkan surat keterangan tersebut, dan yang lebih penting apa jenis pemeriksaannya. Karena ada tidaknya kuman TB bisa dicek dengan berbagai cara, antara lain foto rontgen dada, tes dahak (tes sputum), tes mantoux (menyuntikkan semacam bahan ke bawah kulit kemudian melihat reaksi yang timbul), yang paling ekstrim yaitu kultur dahak. Untuk dua tes pertama, bisa selesai dengan cepat, tergantung ramai/nggaknya poli TB, tapi untuk dua tes terakhir nggak mungkin selesai dalam satu hari. Apalagi jika mengharuskan kultur dahak, bisa satu bulan! Sebenernya di dalam pedoman pendaftaran, tidak dijelaskan secara detil tentang metode yang digunakan, yang perlu dipastikan adalah apakah rumah sakit tempat kita melakukan tes termasuk RS yang dianggap kredibel. Sebenernya ini nanti berhubungan dengan proses pembuatan visa. Karena ada beberapa negara yang mengharuskan adanya tes TB dengan metode kultur dahak di RS tertentu yang dianggap kredibel oleh kedubes negara tersebut. Nah, dari pada kerja dua kali, mending cari info mengenai hal ini terlebih dahulu.

Pengalaman saya, karena saya ada kenalan dokter di RS tempat saya tes TB, jadi lebih cepat selesai tesnya. hahahaha

Tiga macam surat keterangan sehat



Surat Keterangan Catatatn Kepolisian (SKCK)
Ini lho SKCK
Nah, ini ngga kalah lama. Sebenernya ngga lama sih, cuma mondar-mandir aja. Karena untuk bisa bikin surat ini, kita harus membuat pengantar dari Polsek dulu. Kita cukup datang ke Polsek dan menyampaikan tujuan kita membuat SKCK sambil membawa berkas-berkas seperti Kartu Keluarga, akte kelahiran, dan fotokopi KTP (siapkan pengantar dari kelurahan juga. kebetulan waktu saya buat dulu, syarat ini tidak diminta :p). Nanti mereka akan membuatkan surat pengantar dengan syarat Foto berwarna 4x6 sekitar 2-3 biji untuk setiap surat pengantarnya. Setelah itu surat kita bawa ke Polres (karena saya masuk kota Yogya, jadi saya ke Polresta). Disana nanti kita harus membuat yang namanya Rumus Sidik Jari dulu. Nanti fingerprint kita bakal diabadikan dalam sebuah kartu yang disitu ada angka-angka rumus well-I-Don't-know-what-is-that. Setelah punya kartu rumus sidik jari, dan surat pengantar, selanjutnya ke bagian pembuatan SKCK, nanti disitu kita bakal mengisi formulir yang cukup banyak isiannya. Sekali lagi butuh 2-3 biji foto lagi. Jadi jangan lupa bawa foto yang banyak ya. Setelah itu surat bisa langsung terbit setelah kira-kira 1 jam. Lumayan. saya membuat surat ini selesai dalam satu siang. Saya mendapat kabar dari teman, ada beberapa polsek yang mengharuskan pembuatan Rumus Sidik Jari di awal, sebelum membuat surat pengantar di Polsek. Tapi beruntungnya saya, Rumus Sidik Jari pada waktu saya membuat SKCK bisa dibuat di Polres sekalian dengan si SKCK itu.

Oiya, surat ini masa berlakunya juga ngga panjang, hanya sampai akhir tahun pada tahun kita membuat surat. jadi pastikan tanggalnya ya.

LoA
Ini surat yang lumayan sulit didapat, dan cara mendapatkannya berbeda-beda. Untuk program master, asal segala macam dokumen dan kualifikasi kita memenuhi, surat ini akan datang dengan sendirinya, sekaligus menandakan anda sudah diterima! Lain halnya dalam kasus saya yang akan mengambil S3. Saya dibuatkan LoA oleh profesor saya yang kebetulan sudah pernah menerima mahasiswa penerima beasiswa LPDP. Beliau dengan senang hati membuatkan surat tersebut untuk saya. Namun LoA itu sifatnya masih conditional karena saya masih harus mengikuti ujian masuk general dulu di Jepang.

Kalo sudah punya LoA jangan lupa diupload. Jangan lupa untuk memperhatikan jenis LoA apakah conditional (anda akan diterima setelah memenuhi beberapa syarat), atau unconditional (semua syarat sudah terpenuhi dan anda sudah diterima). Sebenernya ada/tidaknya LoA ini menentukan isian awal pada form pendaftaran online, jadi kalau memang sudah mantab mendaftar di universitas tertentu, ada baiknya mencari LoA dulu. Kecuali jika dalam mendaftar universitas, diperlukan letter of guarantee (surat jaminan pendanaan) dari penyandang dana (dalam hal ini, beasiswa ini), maka lebih baik mendapatkan beasiswa dulu baru mendaftar kampusnya.

Untuk LoA, saya tidak memiliki hardcopy-nya, jadi saya menggunakan file scan yang dikirimkan oleh profesor saya, kemudian saya print. Berdasarkan pengalaman saya, ini tidak menjadi masalah. Untuk info lengkap mungkin bisa di kroscek ke pihak LPDP.

Study Plan/Proposal Disertasi
Untuk program master, yang dibutuhkan adalah studyplan. Bentuk studyplan saya sendiri kurang tahu, yang jelas berisi rencana belajar kita. Sementara untuk S3, proposal disertasi wajib adanya. Dalam kasus saya, proposal saya banyak dibantu dan dibimbing oleh profesor saya, sehingga tidak ada masalah dalam pembuatannya. Rasanya, asal kita berhubungan baik dengan profesor pembimbing kita, nanti pasti akan ada bantuan untuk poin yang satu ini. Untuk formatnya, sudah ada di panduan pendaftaran dan di web. Jadi jangan khawatir. Cukup tumpahkan ide disertasi anda sesuai dengan format yang ada.

Pengalaman saya dulu, proposal saya buat dua macam, format full yang nanti diupload dalam bentuk pdf. dan ringkasan proposal (dengan maksimal 2000 kata) yang nanti akan di tulis di dalam form pendaftarannya. Karena full proposal saya dalam bahasa Inggris, jadi saya menguploadnya tanpa mengubah format proposalnya Untuk proposal utuh memang ngga ada panduan penulisannya, jadi upload aja dalam format proposal pada umumnya. Sementara untuk ringkasan proposal, saya menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan format sesuai panduan pendaftaran LPDP. Saya ringkas dulu dalam word, kemudian saya copy-paste ke dalam textbox yang ada di dalam form pendaftaran online.
  • Submit berkas
Yang terakhir, pastikan isian dalam form web sudah benar. Karena sekali di submit, anda tidak bisa meralatnya. Pastikan surat-surat dan berkas-berkas anda lengkap dan sesuai dengan keterangan uploadnya (maks 2 MB). Setelah submit, berdoalah yang banyaaaakkk!!!

Hosh... hosh... hosh,,,,
Capek juga nulis segini banyak.

Well, sekian aja yang bisa saya utarakan ke teman2, semoga informasi ini bisa membantu dan bisa menjawab pertanyaan temen2. Bukan bermaksud menggurui atau mengajari, hanya memberi gambaran dan (semoga) bisa menginspirasi teman-teman. Mohon maaf jika ada informasi yg kurang tepat, karena tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman saya mendaftar pada gelombang III tahun 2015 yang lalu.

dan ingat,
Tulisan ini BUKAN petunjuk resmi pendaftaran, hanya sekilas gambaran berdasarkan pengalaman saya. Untuk informasi resmi, silahkan merujuk ke website resmi.

yuk semangat untuk para pengejar impian!

Tentang seleksi tahap berikutnya? Tunggu cerita saya berikutnya yaa

You Might Also Like

2 comments

  1. Indiiiiiiii kamu mau s3 di jepun??? whoaaaaaaaa... kapan berangkat??? 2016? *takjub*

    (Oci)

    ReplyDelete
    Replies
    1. disini saya sebagai korban,beberapa penipuan korban internet yang melakukan ritual pesugihan dan dana ghaib,demi allah sangat sakit tapi saya sudah ikhlaskan,semua di internet tidak ada yang benar kecuali atas nama aki roengsogi, jujur saya ini sdh 6 kali kena tipu.. tapi saya sempat berpikir bahwa di internet pasti ada dukun yang asli, akhir,y saya menemukan postingan teman yg perna berhsil di bantu oleh aki roengsogi akhirnya saya minta bantuan melalui pesugihan danah ghaib 1M, dan semua biaya sdh saya kirim senilai 2,550.000 2 hari setelah saya kirim biayanya akhirnya 1M yang saya minta bener2 masuk di rekening saya...demi allah baru kali ini saya menemukan dukun yang bener2 ingin menolong sesama tidak menghancurkan seperti dukun yg laend..
      Siapa tau saudara ingin merubah nasib melalui pesugihan danah ghaib, saudara bisa hubungi aki roengsogi di nomor 085319483234 saya jamin saudara pasti berhasil seperti saya. Selain pesugihan danah ghaib kami tidak menjamin apakah saudara berhasil. Karna kami berhasil hanya di pesugihan danah ghaib..
      Salam sejahterah saudara2 semua..

      Delete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!