The Beauty of BANYUWANGI (Pt2): the Savannah and the Waterfall !

6:09:00 PM

Allright, saatnya melanjutkan kisah liburan saya ke Banyuwangi! (buat yang belum baca part sebelumnya, klik di sini )

Hari pertama dan kedua kami mengunjungi pantai, pantai, dan pantai. Di hari ketiga ini, kami cari sensasi yang lain. Masih ingat kunjungan ke Taman Nasional Baluran yang batal karena masalah kendaraan? Akhirnya kami kembali mengunjungi dengan persiapan yang pas!

Taman Nasional Baluran


Oke, karena sempat sekali gagal berkunjung ke tempat ini, berikut saya kasih sedikit tips tentang berkunjung ke taman ini:

TIPS
  1. Paling penting. Bawalah kendaraan yang kuat untuk medan berat. Karena jalan sepanjang taman nasional ini sangat berat, berbatu, berlumpur, banyak lubang-lubang, yang jelas type city car dengan bemper rendah pasti jadi masalah (ini tipe mobil yang kami bawa pertama kali kesana dan ditolak oleh pengawas taman). Tempat ini bisa dilewati motor, tetapi melihat medan yang "kaya gitu", pastikan kamu membawa motor yang kuat segala medan. Saran saya sih, bawalah mobil besar sekalian sejenis avanza, xenia, dsb.
  2. Tidak kalah penting, masalah CUACA. Pastikan pergi kesana ketika cuaca cerah. Kalo bisa sehari sebelumnya cuaca juga cerah. Karena jalanan di taman ini bakal sangat becek dan berlumpur kalau kena hujan. Bahkan kalau memungkinkan, pilihlah ke tempat ini saat musim kemarau sekali. karena viewnya bakal berbeda dan bakal lebih bagus.
  3. Sekali lagi soal pakaian. Nggak usa khawatir cuaca bakal dingin, jadi kita bebas memilih pakaian. Apalagi selain savannah disini kita bakal nemuin wisata wajib wilayah pesisir, apalagi kalau bukan pantai. Siapkan outfit pantai terbaikmu!
  4. Soal alas kaki apalagi. Jangan pake sandal jepit ya. Penting untuk memakai alas kaki yang tahan air, tapi jangan sandal jepit ya. Kenapa? nanti kita bahas.
Pintu masuk menuju taman nasional Baluran ini sendiri letaknya didekat perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo. Setelah memasuki gerbang taman nasional Baluran, kita akan langsung disambut oleh pendopo dimana kita bisa membayar tiket masuk. Di sana ada petugas yang akan memberi saran apakah kendaraan yang kita pakai sekiranya sudah cukup tahan banting. Di pos itu, jika kalian perhatikan, selain membayar tiket masuk, ada juga persewaan untuk snorkeling. So, selain bisa menikmati savannah dan pantai, kita juga bisa menikmati alam bawah laut!

Setelah menyelesaikan administrasi di pos, portal akan dibuka, dan kita akan memasuki tamannya!

Taman Nasional Baluran ini terkenal dengan savannahnya. Dan semakin terkenal setelah Raisa  menggunakannya untuk membuat videoklip salah satu lagunya yang berjudul "Jatuh Hati" (tonton videoklipnya di sini). Untuk menuju savannah tersebut, kita harus melewati jalan kecil yang dikelilingi hutan dikanan-kiri. Banyak banget pepohonan yang bentuknya unik disini. Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah hewan-hewan yang kita temui disepanjang jalan hutan ini. Kami bertemu dengan beberapa hewan diantaranya beranekaragam kupu-kupu yang bagus sekali warnanya dan ayam berjenger ungu (nggak tau apa namanya). Menurut beberapa orang disekitar jalan ini banyak monyet, sayangnya waktu itu agak gerimis, jadi monyetnya ngga keluar.   

Setelah berkendara cukup dalam, sekitar 40 menit, tibalah kami di Savannah Bekol.
di dekat pohonnya Mbak Raisa :p
Kami sengaja tidak berfoto didepan papan Bekol-nya persis atau di dekat pohonnya, karena daerah situ tanahnya sangat lembek karena diguyur hujan semalaman. Percayalah, sepatumu bakal tertimbun lumpur sampai 10cm jika berjalan di tanah lembek itu. Dan, kalo kamu pake sandal jepit, sandal jepitmu bakal berubah jadi sepatu warna coklat (do you know what I mean, right?)

Konon katanya, ini pohon yang dipakai raisa di videoklipnya. Bedanya, Raisa mengambil gambar untuk videoklip itu disaat musim kemarau, jadi daun-daunnya meranggas, savannahnya bernuansa kuning dan coklat, bukan hijau. Itulah sebabnya kenapa saya menyarankan untuk datang saat musim kemarau, karena sensasi yang kita dapatkan benar-benar seolah-olah sedang berada di suatu savannah di Afrika. Viewnya benar-benar berbeda dengan kami yang datang di musim penghujan. Kelihatan kan langit mendungnya?

Pemberhentian selanjutnya adalah favorit saya
Tengkorak banteng
Cool, huh?
Untuk berfoto disini saya harus rela sepatu saya tertutup tanah lembek cukup tebal. Dan cukup merepotkan membersihkannya sebelum masuk kembali ke dalam mobil. Kalo pake sandal jepit? Wow, a lot of WORK. 

Kebayangkan betapa praktisnya kalo berwisata kesini di musim kemarau?
Savannah ini terbentang begitu luas, seluas mata memandang. 


Lihatlah jalanan yang becek, berbatu, dan berlubang. Tough, huh?
video

Sepanjang jalan, banyak sekali monyet yang bakal kelihatan disini. Hati-hati, JANGAN KELUAR MOBIL BAWA MAKANAN di area Savannah Bekol ini. Karena kita bakal langsung di serang sama kawanan monyet!

Selain kawanan monyet, ada kawanan yang menenangkan hati disini
Kawanan kerbau
Well, sekitar 40menit berjalan menyusuri jalan ini, kita akan sampai di Bekol. Menyusuri kembali jalan ini sekitar 15-20 menit, kita akan tiba di PANTAI BAMA 

Not in Holiday Season, means, private beach!
Yeaaaaaaaaayyyyyyy!!!! 

Beruntung, cuaca cukup cerah di pesisir pantai Bama!
Pantai Bama ini pasirnya putih, namun partikelnya cukup besar seperti batu, berbeda dengan pantai mustika dan pantai pulau merah yang pasirnya halus. Jadi saran saya, pakailah sepatu atau sandal kalau tidak ingin kakinya sakit. Tapi bermain dipantai nggak asik kalo pake sandal, so, I chose to go barefoot ;)

Jangan puas hanya dipinggiran pantainya aja, masih ada spot foto lain.
Ada pohon yang menjuntai di pinggir pantai. Bagus untuk spot foto. 
Indahnya pantai Bama nggak cuma sampai di pesisir yang ini aja. Kami hampir tertipu dan akan berbalik pulang begitu aja sampai seorang penjaga memberitahu kami, bahwa ada sisi pantai Bama yang indah yang tersembunyi dibalik mangrove!


Ada pesisir pantai berbatu yang cantik

Haha!
Mungkin bakal ada pesisir pantai Bama lagi diujung sana. Tapi, berhubung waktu kami terbatas, kami tidak sempat menelusuri keseluruhan pantai Bama ini. Kalo ditelusuri lebih jauh lagi, mungkin bakal ada spot cantik lain. SO, make your time!

Next, let's play a little Tarzan adventure

Air Terjun Kembar dan Air Terjun Kethegan


Ini tempat yang cukup menantang bagi saya, dan perlu saya tekankan dua poin penting:

TIPS

  1. Wear a proper outfit AND shoes (or mountain sandals)
  2. Siapkan baju ganti kemanapun berpetualang
  3. Gadget accessories like: tongsis, waterproofcase, widelens

Dua aturan itulah yang tidak saya lakukan, dan sebaiknya anda lakukan. Kenapa? Let's see

Ini salah satu objek wisata yang saya sukai. Satu tempat, berbagai keindahan sekaligus. Asik, kan? Ke tempat ini benar2 mengingatkan saya pada jaman2 pramuka dulu. Naik gunung, lewati lembah, sungai, air terjun, dan berjalan kaki. Kalau kalian benci pramuka, well, this is not a suitable place for you then

Dari tempat parkir sampai lokasi air terjun cukup dekat, tapi kita harus menapaki tangga turun yang lumayan panjang. If you don't like to walk, it's going to be a pain in the a**. Dan begitu sampai di bawah kita akan langsung di sambut oleh:

Jembatan pramuka! Jembatan bambu dengan bendera merah-putih. Benar-benar membangkitkan jiwa pramuka saya!

Begitu sampai di bawah, kita langsung akan dipertemukan dengan dua air terjun sekaligus. Air terjun yang berada di balik jembatan di foto atas.

Ada batu besar yang bisa di jadikan spot foto

Dan Air Terjun Kembar ini:

Air terjunnya ada sepasang. Sebenarnya saya ngga tau yang mana yang disebut air terjun kembar. Apakah yang ini, atau kombinasi air terjun ini dengan yang dibalik jembatan tadi. Kalau menurut saya, yang inilah si Air Terjun Kembar.

Di depan air terjun ada kolam yang begitu jernih. Airnya segar dan tidak dalam.
Di kolam kecil ini, bisa berenang, berendam, lompat ke dalam air, dan apapun sesuka kita (but still, jaga kebersihannya ya!). Hanya saja, saya tidak melakukan tips no.2 saya, sehingga saya ngga bisa basah-basahan. Cukup air terjun saja yang membasahi saya. So, jangan lupa tips saya.

Dua air terjun, tidak berhenti sampai disitu saja. Masih ada satu lagi petualangan seru. Kalo tadi kita menuruni tangga langsung disambut dengan air terjun, sekarang kita harus menyusuri sungai, menyebrangi sungai, menapaki bebatuan licin, untuk menemukan air terjun Kethegan. 

Jalan menuju air terjun Kethegan ini tidak begitu kelihatan menurut saya. Karena panah penunjuknya juga nggak begitu jelas. Pokoknya kearah yang ditunjukkan gambar saya diatas, kemudian mulailah menyusuri sungai disebelah kiri sambil memperhatikan panah penunjuk jalan yang letaknya kadang tersembunyi ;) let the journey begin!

Ingat tips no.1 saya, proper outfit, termasuk alas kaki yang sesuai. Sandal sih boleh-boleh aja, asal bisa dipakai menyusuri medan yang kaya gini:
Hati-hati, sandal bisa hanyut! Arusnya cukup deras
Saking derasnya, kami butuh ranting untuk membantu menyebrangi sungai.

Perjalanannya cukup lumayan, mungkin sekitar 10-15menit berjalan. But, trust me, sensasinya bener2 seperti sedang berpetualang jauh kedalam hutan tropis.




Rasanya seperti sedang dalam hutan di petualangan Jurassic Park. Ada bagian-bagian tertentu dimana suasananya benar-benar gelap, cahaya matahari tertutup rimbunnya hutan, dan suara sungai bergemericik. Seru sekali. 

Lama-lama suara air terjun akan terdengar makin keras, dan suasana makin gelap. Disitulah ujungnya, di ujung itulah air terjun Kethegan!


Air terjunnya ngga keliatan dari jalan setapak yang kami lewati. Kami harus menyebrangi sungainya tepat didepan air terjunnya untuk mendapatkan view air terjunnya.
video

Air terjun yang ini dua kali lipat lebih deras dari air terjun sebelumnya. Waktu menyebrang sungai harus benar-benar hati-hati. Karena arus airnya deras, selain itu angin yang bertiup dari arah air terjun sangat kuat, rasanya seperti di dorong-dorong. Cukup menegangkan untuk amatiran seperti saya. Tapi saya puas bisa sampai dihadapan air terjun Kethegan.




Di depan air terjun kami ngga bisa ambil foto banyak-banyak, apalagi dengan kamera belakang. Tangan saya gemetar memegang hape, takut kalo nanti nyemplung ke dalam sungai. Apalagi saya melakukan banyak kesalahan traveling, seperti ngga membawa waterproof case untuk hape saya. Akhirnya kami cuma bisa selfie aja dengan lensa kamera yang basah kecipratan air.

Walaupun cuma didepan air terjun sesaat, tapi baju, celana, sampe rambut semuanya basah kuyup. That's why, never forget "baju ganti"!

Sedikit culinary advice:
Saya bukan penikmat kuliner, tapi teman saya menunjukkan salah satu rumah makan yang dekat dari lokasi air terjun ini, dan menyajikan menu yang enak, yaitu UNAGI, semacam belut, yang kalau dibahasa Indonesia dikenal sebagai SIDAT atau ULING. Kalau ke resto sushi, menu dengan unagi biasanya harganya mahal, karena enak sekali. Begitu pula kalau kalian pesan menu Sidat di tempat ini. uuuuuuuuhhhh.... maknyuusss!! bikin saya pingin makan disini lagi!

Mampirlah ke resto Pondok Indah!
Selain menawarkan menu Sidat yang lezat, disini juga menawarkan suasana yang asri dan indah.


Makan di dalam pondok-pondok sambil menikmati view yang indah

Saking lapernya, ngga sempet motret makanan, langsung makan aja. Pokoknya coba deh makan disini ;)

Okay, that's all I can say about my trip! Hope you enjoy it too!
If you go to Banyuwangi, please don't forget about my tips, it helps!


Photos taken from:
Amilah Anis' properties
Canggih Dian Hidayah's properties
and my own properties
Thankyou!


You Might Also Like

1 comments

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Desain blognya bagus banget, liburannya seru ya. :)
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!