the Beauty of BANYUWANGI (Pt I): beach, beach and BEACH!

9:36:00 PM

Internship selesai, Time for a little adventure!

Kira-kira satu bulan yang lalu saya memutuskan ikutan temen-temen buat traveling ke Banyuwangi, sekalian buat kondangan ke nikahan salah satu temen seangkatan. Nggak banyak yang saya ketahui tentang berwisata ke Banyuwangi, saya cuma tau kalo banyak wisata alamnya, dan kalo saya bosen dengan Banyuwangi, tinggal loncat aja ke pulau Bali ;) Tapi kenyataannya dalam 4 hari lawatan saya ke Banyuwangi, saya nggak bosen dengan keindahan kabupaten paling timur di pulau Jawa ini! Mau tahu kayak apa liburan saya? Berikut saya akan kasih tips sekalian buat yang mau traveling ke Banyuwangi!

Here we go!

Persiapan
Main ke Banyuwangi itu artinya bakal banyak wisata alam. Karena Banyuwangi kan pesisir timur pulau Jawa, bakal banyak wisata air. Mulai dari main ke pantai sampe snorkeling. Ada beberapa tips nih:

  1. Pastikan kamu bawa pakaian yang praktis buat wisata alam, terutama di air. Karena di pesisir timur, ngga usah khawatir dengan suhu yang dingin. Saran saya sih banyak2 bawa kaos yang nyaman dan baju lengan pendek plus celana pendek aja untuk yang tidak berhijab (baju berbahan kaos yang cepat kering untuk yang berhijab) kecuali kalau kita takut gosong karena terik matahari. Bawa pakaian ganti juga kemanapun kita jalan-jalan, siapa tau nanti mendadak pingin snorkeling ;) Saya pribadi melakukan beberapa kesalahan dengan pemilihan baju untuk traveling kali ini. Saya mohon maaf sebelumnya kalo mata kalian jadi sakit garagara liat fashion disaster yang saya bawa :) . 
  2. Jangan lupa, bawa alas kaki yang ramah air, juga ramah hutan, jangan cuma ramah air doang. Nanti kalian bakal tau apa alasannya. Penting untuk membawa alas kaki yang mudah kering, tapi juga tidak licin jika dipakai untuk menyusuri tanah licin dan sungai berbatu. Sandal jepit menurut saya not recommended lah. Kalo sepatu karetnya Crocs, biar kualitas KW sekalipun, masih saya rekomendasikan. Karena sepatu Crocs kw yang saya pake ternyata cukup tahan dengan medan petualangan kali ini.
  3. Nggak kalah penting, kelengkapan dokumentasi, meliputi kamera, tripod, buat yang pake hape, tongsis, wide lens, lap lensa, dan waterproof case adalah item yang WAJIB dibawa!
  4. PENTING untuk CEK CUACA. Wherever you go, don't forget this. Saya pribadi lebih suka traveling di bawah sinar matahari. Satu-satunya ketidakberuntungan saya di wisata kali ini adalah cuaca mendung dan curah hujan yang tinggi kala itu. Dan percayalah, wisata alam dengan cuaca yang nggak cerah benar-benar kurang menyenangkan. Jangan takut gosong! Bawa sunscreen and sunblock aja!

Berangkat
Tempat tinggal saya di Jogja, tapi saya memutuskan berangkat ke Banyuwangi dari Surabaya. Jadi naik kereta ke Surabaya, lanjut ke Banyuwangi. Kenapa ngga langsung dari Jogja (JOG) ke Banyuwangi (BWI)? Karena kereta yang langsung ke BWI adalah kelas ekonomi. Dan perjalanan Jog-Bwi bisa lebih dari 12 jam! Duduk di kereta ekonomi selama 12 jam lebih bukan pilihan yang cocok! Menghemat uang boleh2 aja, tapi kalo badan capek, waktu traveling bakal berkurang utk istirahat dan menurut saya itu lebih boros. So, choose your transportation wisely. Karena saya bakal berpetualang, saya butuh kendaraan yang ngga bikin capek. Saya brgkt dari Jog jam6 pagi dengan kereta bisnis Sancaka, tiba di surabaya jam12 siang. Istirahat dulu seharian, berangkat kembali jam10 malam dengan kereta bisnis Mutiara Timur dan tiba di Bwi jam 5 subuh, saya dijemput oleh teman saya, istirahat sesaat dirumahnya dan kami siap berpetualang!

Pantai Watu Dodol dan Pantai Boom

Setelah istirahat singkat, kami langsung menyusuri Banyuwangi. Tujuan utama adalah Taman Nasional Baluran. Tapi menurut penjaga Baluran, kendaraan kami ngga memungkinkan menyusuri jalanan di dalam Baluran, akhirnya kita balik arah menuju ke pantai. Ada banyak pantai di Banyuwangi. Karena waktu kami terbatas krn malam hari kami akan menghadiri nikahan teman, kami memilih pantai yang dekat.

Di pinggir jalan. di kiri ada pantai, di kanan ada batu besar ditengah jalan yang di kenal sebagai Watu Dodol atau "batu yang sangat kuat" (Bongkahan yang saya tunjuk di foto. Tau mana saya kan?)
Kata teman saya, mirip dipulau Jeju, Korea. Sensasi pantai dipinggir jalan raya dan dinding besar ditepi jalan satunya cukup mirip dengan salah satu jalan di pulau Jeju.
Pantai Watu Dodol ini relatif dekat dengan tempat tinggal teman saya dimana saya menginap. Kenapa Watu Dodol namanya? Di tengah jalan menuju pantai ini ada sebuah batu besar yang konon katanya tidak bisa dipindahkan, tidak bisa dihancurkan, dan katanya semakin lama semakin besar bentuknya!

Pantai Watu Dodol sendiri bukan merupakan pantai dengan pasir putih halus menghempas luas dan cantik. Disini pasirnya putih dengan butiran batu2 yang besar. Nggak banyak yang bisa dilakukan disini, karena pantainya sendiri sempit dan banyak kapal bertengger. Tapi ada kapal nelayan yang bisa membawa kita berputar di pesisir pantai Watu Dodol ini dengan biaya Rp5000,-/orang aja sekali jalan. Dan yang menakjubkan, meskipun pesisir pantainya ngga cantik2 amat, tapi ternyata airnya jernih sekali disini. Karang-karang bisa keliatan dari atas kapal.
Di atas kapal yang membawa kami memutari pesisir pantai Watu Dodol. Sayang saya ngga bisa mengabadikan jernihnya air di pantai ini karena kamera hp yg kurang proper ^^;

Nggak banyak yang bisa dilakukan di pantai Watu Dodol. Wisatawan yang datang kemari umumnya hanya duduk-duduk ditepi pantai menikmari view sambil makan aja. Atau naik kapal tersebut untuk keliling pesisir pantai. 

Yang iconic di tempat ini salah satunya adalah patung Gandrung. Sebuah patung penari Gandrung yang dibangun di pesisir pantai Watu Dodol ini
Patung Gandrung
Selfie dulu sama mbak gandrung ;)


Di bawah patung Gandrung, ada sebongkah karang yang bisa kita pake sebagai spot foto ;)


Selanjutnya Pantai Boom. Pantai ini saya sebut sebagai "Pantai Kota" karena letaknya yang cukup
dekat dengan kota Banyuwangi sendiri. Pantainya cukup luas dengan pasir yang hitam. Lokasi ini cocok untuk liat sunrise, sayangnya kami kesana malah pas sunset ^^; Disekitar pantai banyak didapati kursi bersantai yang dapat disewa seharga Rp20.000,- menurut saya sih ngga penting. Kalo lapar, banyak warung yang melayani masakan khas banyuwangi.

Selfie di pantai Boom dulu ;)

Pasir pantai Boom


Pantai Mustika dan Pantai Wedi Ireng

Di hari kedua, setelah kemaren ke pantai di pesisir utara, sekarang kami langsung meluncur ke pantai di pesisir selatan Banyuwangi yang konon lebih indah. Untuk menggapai daerah selatan, siap-siap dengan perjalanan panjang ya. Butuh kira-kira 3 jam dari pusat kota Banyuwangi. Kami sempat ragu karena cuaca hujan. Tapi beruntung ketika sampai di Pantai Mustika, hujan sudah mulai reda.

 Pantai mustika "pasca hujan deras". Langit masih kelihatan mendung kan? Inget, CEK CUACA. Main ke pantai harus gosong dong

Berbeda dengan kedua pantai kemaren, pantai Mustika ini lebih lebar, luas, pasirnya putih dan lembut. Meski hujan masih rintik-rintik, saya terabas aja dan langsung main air di pantai!

TIPS
Kenapa saya sarankan bawa lap lensa? Karena ini yang terjadi sewaktu lensanya ngga bersih :(
Untuk yang pake waterproof case, pastikan kantongnya itu vakum, dan lensa kamera nempel persis di plastiknya, karena kalo ngga nempel, foto seperti ini juga yg bakal kalian temukan :(
Jumping Girls! Pantainya putih, halus, dan luas! Ombaknya juga ngga terlalu tinggi
kapal nelayan yang bisa bantu kita
ke Pantai Wedi Ireng
Yang lebih seru dari pantai Mustika adalah Pantai Wedi Ireng. Pantai ini "bersebelahan" dengan Pantai Mustika, tapi tersembunyi dibalik karang dan bukit. Untuk mencapai lokasinya kita perlu hiking dulu menembus bukit, atau naik kapal dari pantai Mustika langsung ke Pantai Wedi Ireng. Inilah sebabnya kenapa saya sarankan baju dan alas kaki yang pas, karena kita bakal hiking dan pantai-ing. Hahaha

Sayangnya cuaca kala itu bener-bener ngga bersahabat. Karena sebelumnya hujan turun cukup deras, medan hiking menuju ke Pantai Wedi Ireng menjadi berbahaya untuk dilewati amatiran seperti kami karena tanahnya licin sekali. Akhirnya satu-satunya jalan untuk ke pantai Wedi Ireng adalah melalui laut yang kala itu gelombangnya cukup tinggi setelah hujan deras. Berhubung konon katanya pantai Wedi Ireng itu indah banget, kami akhirnya bersikeras untuk menerjang gelombang tinggi. Beruntung para nelayan penanggungjawab pantai mengijinkan kami dan menemani kami kesana.
Let's GO!

Naik kapal ini menuju pantai Wedi Ireng. Biayanya Rp25.000,-/ orang sekali jalan. Jadi kalo bolakbalik ke pantai Mustika lagi totalnya 50.000. Karena waktu itu gelombang tinggi dan pantai Wedi Ireng sedang ditutup karena cuaca jelek, kami bayar 55.000 per orang untuk kapal PP plus satu kapal lagi yang menjaga kami selama di perjalanan dan di pantai Wedi Ireng. Tiap kapal diisi 5 orang. Karena kami ber15, jadi ada 3 kapal yang berangkat plus satu kapal "pengawal"
Perjalanan di tengah mendung
Menyusuri karang-karang besar
Ombaknya cukup keras
video

Perjalanan ke pantai Wedi Ireng cukup menantang dengan ombak yang tinggi. Menyusuri lautan diantara batu karang. Dan semua terbayar dengan indahnya pantai Wedi Ireng!

Please pardon my outfit disaster. But the wave looks pretty, right?
Ada pantai dengan pasir putih yang lembut, batu karang besar dan ada sungai kecil

Ada sungai mengalir di belakang kita. Sayang sedari malam hujan cukup deras sehingga airnya jadi berwarna kecoklatan
Pantai Wedi Ireng artinya adalah Pantai pasir hitam. Tapi pasirnya justru putih dan lembut. Mungkin yang dimaksud adalah karang yang hitam dan besar dipesisir pantai ini.

Beruntungnya kami, pantai ini pas nggak rameeeee!! Berasa kayak pantai pribadi!


Karena kami cuma modal hape, maka ingatlah: TONGSIS dan WIDE LENSE adalah WAJIB!
Di atas karang yang tinggi. Di bawah sinar matahari yang bersembunyi dibalik mendung.
Selfie dulu diatas karang!

Ombak dan Karang. Maafkan fashion saya yang disasterous banget ^^;

Tenggelam diantara karang dan ombak

Sungai kecil
Menurut saya, selain menikmati pemandangan, banyak yang bisa dilakukan di pantai Mustika, seperti main bola atau main voli, karena pantainya yang landai dan luas. Sementara di Pantai Wedi Ireng pantainya cukup tinggi dan ngga datar, jadi ngga bisa dibuat main. Yang jelas Pantai Wedi Ireng punya banyak spot foto yang bagus dan variatif. Selain tempat-tempat yang kami pakai foto, masih ada beberapa spot berupa batu karang yang kala itu tidak boleh didatangi karena berbahaya (jalan menuju kesana licin dan ombaknya tinggi).

Untuk para pecinta snorkeling, jangan khawatir. Di sekitar komplek pantai Mustika dan pantai Wedi Ireng ada pulau-pulau dan karang kecil di tengah laut yang konon bagus untuk snorkeling. Pemandangannya cukup indah, meskipun ngga ada apa-apanya dibanding spot snorkeling yang uda populer. Harganya juga ngga begitu mahal, mengingat pengunjung pantai ini masih belum banyak. Ada paketnya juga, kalo ngga salah sekitar 1jutaan untuk snorkeling 6 orang. Yang jelas untuk  amatir, spot ini sudah cukup bagus. Sayang kelompok kami ngga ada rencana snorkeling, sehingga persiapan waktu dan properti kami ngga memungkinkan untuk mencoba snorkeling disini.

Bedil dan Manok biasanya dijadikan lokasi snorkeling
 Buat yang bingung mau ngapain aja, begitu sampai di pantai Mustika, langsung aja menuju ke pusat Informasi. Petugas disana bakal ngasih pilihan tempat-tempat yang menarik serta apa aja yang bisa dilakukan, termasuk penawaran paket-paket snorkeling ;)

Pantai Pulau Merah

Sebenernya kita bisa liat Pulau Merah ini dari pantai Mustika, artinya, sebenernya ini pantai masih "tetanggaan". Untuk menuju kesana, buat yang punya banyak waktu, mungkin tertarik untuk menyusuri pantai dari pantai Mustika sampai pantai Pulau Merah :) (kayaknya sih bisa)


 Tiba di Pantai Pulau Merah, ternyata pulau nya ngga kelihatan terlalu merah dari dekat. Justru lebih merah jika dilihat dari jauh. Sayangnya hujan deras mengguyur Banyuwangi sejak malam hingga pagi, sehingga airnya jadi agak keruh, karena banyaknya debit air dari sungai yang membawa tanah. Inilah salah satu pentingnya pergi di cuaca yang bagus, karena ngga cuma langitnya kelihatan cerah, tapi airnya juga kelihatan jernih.

Ada pulau merah disana!
Tapi saya begitu amazed melihat pantainya yang begitu luas! Bisa buat main voli pantai atau bahkan sepak bola! Selain itu pasirnya putih dan luar biasa lembut! Lebih lembut dibanding pantai Mustika dan Wedi Ireng.

video


Nggak keliatan merah ya? 
Tanah dan karang di pulau ini warnanya coklat agak kemerahan. Kalau dilihat dari jauh, ada warna kemerahan diantara rimbunnya pepohonan hijau. 
Bahkan dalam kondisi surut, kita bisa berjalan dari pesisir pantai sampai ke tengah tempat pulau Merah! Sayangnya hari itu habis hujan deras sehingga debit air nya tinggi sehingga kami ngga bisa jalan ke pulau Merah. 
Mencoba sedekat mungkin sama pulau merahnya.
Keliatan betapa luas pantainya kan? Sayangnya airnya terlalu dalem untuk diterjang jalan kaki sampe ke pulaunya...
Tujuan kami kemari adalah untuk liat sunset yang konon katanya bagus banget. But as you can see, mendung dimana-manaaaa

Failed Sunset....
That's why I prefer gosong daripada mendung dimana-manaa
jangan lupa cek cuaca sebelum liburan ya. Penting!

Disini tidak banyak yang kami lakukan selain foto-foto sampai langit gelap. Pantainya yang luas bisa dipakai untuk main bola atau bahkan main voli. Asik banget tempatnya untuk main.


See you on the next post!
Oke, masih ada petualangan lagi di Banyuwangi. Kita bakal liat Taman Nasional Baluran yang legendaris dan air terjun cantik. Kita lanjut next time di the Beauty of Banyuwangi Part II ya!



Pictures by:
Aditya Pradana
I Made Satya W.
Indira Oki S.
and my own properties ;)

Mohon maaf banyak selfienya. Maklum, bukan travel photographer, hanya pelancong amatir ;)

You Might Also Like

0 comments

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!