Perhatikan Si Melankolis di Sekitar Anda!

4:40:00 AM

Sebenernya hari ini aku mau posting sesuatu yg bagus dan menarik. tapi batal, karena moodku yg tiba2 jadi jelek gara2 orang2 yg ngga peduli. moodku langsung drop karena aku merasa kebebasanku dibatasi oleh hal2 yg sama sekali ngga aku sukai.

Berhubung lagi kayak gini nih, aku jadi pingin membahas tentang Psikologi manusia menurut pandangan Pranindya Rinastiti alias IndyRin di twitter alias Indy Rinastiti di facebook. Tadi pagi aku dapet kuliah FILSAFAT, yg membahas ttg ilmu pengetahuan. Diantaranya menyerempet ttg sebuah penelitian ttg karakter orang dengan prevalensi penyakit. Dan ternyata:

ORANG MELANKOLIS MEMILIKI KECENDERUNGAN UNTUK MENDERITA KANKER PAYUDARA DIBANDING ORANG SANGUINIS.

Apa itu sanguinis dan melankolis?
cari di kamus.

yg pingin aku bahas bukan itu, tapi lebih ke personality orang Melankolis itu. Menurut beberapa pendapat, orang yg melankolis itu biasanya perfeksionis, menarik, analitik, mendalam, serius, tekun, idealis, introvert, cerdas, suka grafik, kreatif, terorganisir, setia dan masih banyak lagi. Itu semua orang juga pasti tahu. Yang lebih penting lagi adalah BAGAIMANA MENGHADAPI ORANG MELANKOLIS?

Orang melankolis itu punya kelebihan: dia cerdas, analitik, perfeksionis, terorganisir, kreatif, tekun dan idealis. Dia cocok banget di organisasi, kasih dia tempat2 yg cukup penting, karena banyak diantara kemampuannya akan berguna di posisi penting diantaranya seperti yg tersebut diatas. Apalagi jika dia diberi kepercayaan, maka kemampuan2 tersebut akan nampak betul dan memberi manfaat banyak. Tapi jangan beri posisi yg kelewat penting seperti ketua, walaupun setia, Melankolis itu cenderung idealis dan perfeksionis yg sangat akut. Sehingga dia bisa kacau seketika jika standardnya dirusak. Dia juga cenderung introvert, sehingga agak sulit menebak isi pikiran dan isi hatinya. kadang jika salah tafsir bisa berarti gawat. Lebih cocok sebagai "2nd hand in charge".

Soal ide, orang melankolis itu seperti air terjun sebenernya. Karena ide ngga ada matinya. Dia adalah seorang pemikir yang analitik. Apapun bisa dia kembangkan sesuai daya analitiknya yg kuat. Terutama pada hal2 yg disukainya. Pasti hasilnya bagus. Hanya saja dia perlu dukungan. sekali lagi DUKUNGAN. Krn, sekali lagi, dia punya byk kekurangan sebagai pemimpin.

Untuk diajak berdebat, sebenarnya Melankolis adalah orang yg asyik. Karena dia pandai sekali menganalisis. Kadang bisa menemukan argumen analitik yg kuat tapi sekaligus susah dibengkokkan dan cenderung "ngejleg" atau keras kepala. Hati2. Namun, kadang untuk sampai disitu butuh waktu berpikir yg lama tanpa diganggu. Karena itu akan mengganggu proses berfikirnya yg sempurna.

Jika orang yg anda sayangi adalah seorang melankolis, maka anda harus hati2. Sebab orang melankolis itu, seperti yg saya utarakan diawal, rentan terhadap sakit. Ini sudah ada bukti ilmiahnya. Memang orang melankolis itu cenderung perfeksionis, sehingga rentan terhadap stres. Terutama bila rencana dan idelalismenya tidak tercapai. Ketika stres mempengaruhi kerja hipotalamus otaknya itulah akan menyebabkan hormon kortisol naik, yang akibatnya akan menurunkan imunitas tubuh, yang gawatnya, akan membuat orang tersebut mudah sakit. Apalagi orang melankolis itu punya pikiran yang sangat kuat. Parahnya lagi, melankolis itu keras tabiatnya, karena prinsip perfeksionisnya. Ketika dia tersugesti sakit, maka sakitlah dia. Otaknya akan memberi gaya negatif ke seluruh tubuhnya dan partikel negatif di lingkungan sekitarnya juga akan tertarik sehingga semakin negatif (tau teori kuantum dan gaya tarik menarik *bukan pelajaran SMA* yg belakangan ini terkenal itu?) Tentu anda tidak mau orang tersayang anda sakit, bukan?

Sebagai seseorang yg dekat dengan orang bertipe melankolis, kita harus lebih peka terhadap sikap introvertnya. Kadang perasaanya hanya dilukiskan seperti tanda2 kecil, padahal dia sedang butuh pertolongan besar. Sebenernya orang melankolis lebih butuh banyak dukungan dan perhatian dalam hidupnya. Karena pikirannya selalu bekerja analittik, sehingga hal2 kecil sering luput perhatian, dan itu yg perlu mendapat perhatian lebih dari orang lain.

Jika anda sedang mengejar seorang melankolis, itu juga tidak mudah. Anda harus berjuang mendapatkan orang yg ingin hidupnya sesempurna mungkin. Jangan mudah menyerah. orang melankolis memang terlihat sangat menaarik. untuk itu, butuh usaha ekstra. Orang melankolis biasanya tidak begitu suka kejutan yang aneh2, karena akan merusak "standar"nya. Tapi biasanya sebelum diberi kejutan pun dia sudah tau, karena pikirannya yg begitu analitik dan perhitungan. maka, lebih baik menggunakan taktik "langsung", "tulus", dan "jujur". Yang lebih sederhana dan menyentuh akan cocok untuk orang melankolis. karena mereka sendiri sudah cukup kompleks dan kadang susah menghandle diri mereka sendiri. Yang pasti jangan disakiti dan jangan dipaksa. Bisa lama sembuhnya, dan bisa semakin stres akhirnya sakit. Jeleknya, bisa kambuhan juga. Karena dia akan berpikir analitik dan akan memproteksi dirinya agar dia tidak disakiti lagi. Dan kalo uda ngomong soal protektif, mereka bisa over-protectif.

Hati2 dengan melankolis yang moody, bakal lebih gawat lagi. Selain memperhatikan wataknya, kita harus memperhatikan timing juga, supaya ngga salah waktu.

personality ini biasanya ngga mutlak, maksudnya seseorang biasannya punya lebih dari 1 sifat dasar (bukan berarti kepribadian ganda lho!). Maksudnya, kombinasi dari 4 sifat dasar gitu.
Dan yg kebagian melankolis, pasti kena bagian perfeksionisnya deh, walaupun kebykan orang gag nyadar kalo dia perfeksionis.

OK
Ini cuma sekedar review dariku. Ini berdasarkan pengamatanku. bisa aja salah, tapi bisa juga banyak benernya. Ini belum ada penelitiannya, jadi aku gag tau teoriku ini kebenarannya berapa persen. Ada sih bukti empirisnya, tapi tetep, KEBENARAN ITU TENTATIF. anda boleh percaya, boleh tidak, tergantung argumen anda.Yang pasti aku udah pernah baca Personality Plus karya Florence Littauer kok. LUmayan reliable kan?

semoga ini bisa membantu teman2. Sebaiknya kita memang memahami karakter2 dasar manusia. Karena tiap orang itu ingin diperlakukan berbeda. Dan semakin kita paham, maka strategi yg kita susun bisa semakin baik. Yang jelek bisa diantisipasi, yang bagus bisa ditiru.

Sekian dariku,
hati-hati si melankolis disekitar anda! cermati, dan pelajari!

You Might Also Like

15 comments

  1. bagus ndiii
    aku kangen ngeblogg
    hahaha

    ReplyDelete
  2. wahahaha... aku kenal orang kayak gitu! minimal 80 persen sama kayak tulisanmu! wakakaka

    tulisin sifat yang laen juga, ndik!

    -rizka-

    ReplyDelete
  3. ini berdasarkan penelitian dan pengamatan dengan bukti2 ilmiah dan empiris *sok2an banget.

    ga ding..

    makasih guys buat komennya. Keep blogging!

    ReplyDelete
  4. sepertinya aku termasuk org melankolis,hahahaha,hampir cocok semua sama yg km sebutin ndiik :))

    ReplyDelete
  5. subhanallah, hampir sama dengan sifat saya. sama.
    tapi terkadang sifat melankolis, perfeksionis, dan idealis banyak musuhnya! sampai2 dosen saya jg bilang begitu ke saya. memang karna lingkungan dengan pola pikir saya yg berbeda yg membuat saya berpikir beda pula utk mengubah lingkungan sesuai dgn idealisme saya.

    tapi bgmn ya cara sedikit menghandle atau mgkin menghilangkan rasa idealisme ini supaya ga terlalu berlebihan? saya rasa sifat idealisme saya udah "lebih", sangat2 lebih terkadang membuat saya down saat tidak sesuai dgn apa yg saya mau.

    ReplyDelete
  6. subhanallah, hampir sama dengan sifat saya. sama.
    tapi terkadang sifat melankolis, perfeksionis, dan idealis banyak musuhnya! sampai2 dosen saya jg bilang begitu ke saya. memang karna lingkungan dengan pola pikir saya yg berbeda yg membuat saya berpikir beda pula utk mengubah lingkungan sesuai dgn idealisme saya.

    tapi bgmn ya cara sedikit menghandle atau mgkin menghilangkan rasa idealisme ini supaya ga terlalu berlebihan? saya rasa sifat idealisme saya udah "lebih", sangat2 lebih terkadang membuat saya down saat tidak sesuai dgn apa yg saya mau.

    ReplyDelete
  7. PEZDA V OPASNOSTE!!!!111

    ReplyDelete
  8. wah mba, tulisan mbak cocok banget sama kondisi aku itu. kadang kalo lagi "sadar" suka sedih juga, kenapa aku jadi orang yang terlalu introvert dan perfeksionis, apalagi dalam masalah tugas kuliah,belajar..
    Request cara nge-handle sifat2 kaya gitu dong mbak biar semakin tambah mantep,hehe

    salam kenal mbak..

    ReplyDelete
  9. Saya pria yang introvert melankolis..jujur saja saya ingin berubah, krn sudah bosan dgn rasa sensitif & penyakitan. Ada kiat2 khusus ga utk mengubah kepribadian?

    ReplyDelete
  10. Saya pria yang introvert melankolis..jujur saja saya ingin berubah, krn sudah bosan dgn rasa sensitif & penyakitan. Ada kiat2 khusus ga utk mengubah kepribadian?

    ReplyDelete
  11. terima kasih krna tulisan kamu membuat aku merasa bahwa eksistensiku yg sesungguhnya ada (yaitu kamu) yg memahami, tentu saja selain suami dan adik perempuanku :) terima kasih.

    ReplyDelete
  12. Keren kak tulisannya, aku cuma mau nekanin yang "Dan yg kebagian melankolis, pasti kena bagian perfeksionisnya deh, walaupun kebykan orang gag nyadar kalo dia perfeksionis", itu bener banget aku juga sempet ga nyadar sih kalau punya sifat itu dan setelah dipikir2 (banyakan mikir :v) lagi ternyata emang bener dan sifat itu udah mandarah daging bukan dibuat2, udah seperti respon alamiah wkwkwk

    dan terima kasih atas reviewnya :)

    ReplyDelete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!