Dukun-dukun bertaburan....

4:21:00 PM

Tau Ponari kan?

Sekarang prakteknya dukun cilik itu udah ditutup. Biar gitu antreannya masih sebaje kere. Kasian juga si Ponari gag bisa hidup normal. Tapi kasian juga orang2 yg udah putus asa ma penyakitnya.

Belum selesai masalahnya, tiba2 muncul dukun cilik baru bernama DEWI SETIATI (13). Dukun itu juga celup-celup batu yg katanya "sakti" gitu. Bedanya sama Ponari, si dukun Dewi ini gag menemui langsung pasiennya. Jadi cuma bagi2 air dalam sebuah ember yg besar didepan rumahnya dan ada kyai yg bertasbih didepan ember itu ketika airnya dibagi2. Katanya sih tasbihnya juga dari batu sakti gitu.

Banyak sudah opini dari banyak pihak dan ditilik dari berbagai sudut pandang. Pihak2 yg bekerja dibidang kesehatan melihat fenomena dukun2an ini sebenernya hanya berakar dari sugesti. Para petinggi daerah juga mengakui bahwa fenomena ini terjadi karena buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah. Ini didukung oleh masyarakat kita yg kurang pendidikan sehingga kurang memahami bahwa kesembuhan membutuhkan proses, bukan instan seperti yg disebut-sebut dalam pengobatan para dukun ini. Kondisi ekonomi masyarakat juga membuat masyarakat berpikir bahwa pengobatan dukun jauh lebih menjanjikan dibanding ke dokter. Dan kembali ke masalah yg paling dasar, yaitu agama, selama masyarakat percaya bahwa kesembuhan itu datangnya hanya dari Allah swt semata, maka mereka tidak perlu mempercayai dukun2, sayangnya kondisinya berbeda.

Tanpa menyelesaikan masalah2 diatas, kemungkinan muncul Ponari 3, ponari 4, dan seterusnya akan semakin besar.

Ini PR juga buat teman2 para calon dokter. Kalau penanganan kesehatan masyarakat semakin buruk, maka praktek dokter tidak dapat bersaing dengan praktek dukun di masa depan. Diantara para pasien dukun cilik mungkin ada yg merasa trauma denga dokter sehingga menolak berobat ke dokter. Itu juga pelajaran buat teman2 para calon dokter. Tanggungjawab kita sangat besar di masa depan. Apalagi yg pingin jadi Menkes. Siap2 aja dengan tatanan masyarakat kita yg semakin buruk. Untuk temen2 dengan profesi lain, ini adalah fenomena untuk kita pecahkan bersama!

Berhubung aku berdomisili di Surabaya, aku jadi kepikiran. Ntar kalo susah praktek di Surabaya, aku ke Jombang aja ato ke mana sidoarjo kek, trus buka praktek dukun! Berhubung gag punya batu, celupin kaki aja!

You Might Also Like

10 comments

  1. Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

    Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

    Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

    Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

    ………………………..

    ………………………..

    Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

    sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. ndik!!!!!!!!!!!!!
    jangan jadi dukun!
    itu syirik!!

    syirik tanda tak mampu!
    ?
    ?
    ?

    ReplyDelete
  3. ponari sekarang masih praktek, kok!
    Trus dokter jombang mau nantang dia buat testimoni. Yak! Kita lihat saja apakah ponari mau menerima tantangan itu! ^^;
    btw testimoni tuh apa sih? Hahahaha!

    ReplyDelete
  4. Wah, ndik kamu pasti merasa tersaingi sama Ponari kan?
    hahahaha.

    btw, itu salah dokter yg borju-borju juga ga si? hmm.. sebenernya bayar dokternya murah si, tapi dirujuk obat yg mahal?
    Ya ga? *sok tau banget, bar iki lak di damprat dokter2..

    jadilah dokter yang down to earth ya ndii.. kaya di dorama-dorama. hahaha..
    "Because patient need me"
    "That's doctor was"
    *mbuh piye quote nya. hehehe

    ReplyDelete
  5. melihat dari mata awam ku dimana-mana medical treatment itu memang m-a-h-a-l

    laluuu... kembali ke pemerintah dan individu masing2. pemerintah kalau bisa membuat medical insurance program untuk sasaran yang tepat. susah memang, AS saja medical insurance programnya tidak sempurna. kalau kata dosen saya, "jangan pernah subsidi barangnya, subsidi orangnya". beliau pro-BLT dan kontra-subsidi BBM

    ENTAH, bener2 sembuh atau tidak, menurutku pengobatan a la Ponari tingkat sugestinya tinggiiiiii... sekali.

    "what makes you feel better makes you feel better"

    @gel2x
    quote, "Because patient need me"
    "That's doctor was"
    dua kalimat ini secara gramatikal mboten wonten arti ne. wkwkwkwk mesti keliru koe le nge-quote

    trus bingung aku sama quote "sebenernya bayar dokternya murah si, tapi dirujuk obat yg mahal?" dengan "dokter yang borju-borju" ?
    kalau dokternya gaya hidupnya borju ya gaya hidupnya borju.
    jadi poin nya di mana? obatnya mahal karena biaya produksi obat termasuk biaya komisi untuk dokter?

    ReplyDelete
  6. setuju sama ian! emang maaahhhaaaaalllllll!
    lalu, tentang yang "what makes u feel better makes u feel better". menurutku itu sugesti puoollll.
    ponari aja pas sakit malah ke klinik. begitupun ayahnya. lagian,, gak ada data yang pasti kan, berapa persen pasien yang bener2 sembuh setelah minum PONARI SWEAT (haha. orak banget! kebayang orang2 minum air "celupan" tangan ponari yang entah bekas apa. hiii)

    >gelgel: meski kata2 quote nya gak lengkap, tapi menurutku begini: "i do it because the patients need me, that's what doctors are for"
    tambah kacaw ya???
    sudahlah. pokoke gitu. aku tau maksutmu kok...

    ReplyDelete
  7. Wakakakkak, aku yo mung watoon nguote.

    Yang jelas bukan thats what friend are for njuk friend nya diganti doctor

    a..apa ya..
    pokoknya intinya ketika pasien membutuhkan itulah dokter yg sebenarnya.. hahahah..

    @bung ian: Maksudnya dokter2 yang borju banyak juga.

    Menurut pengalaman ibuku, klo ke rumah sakit negri tu bayar dokternya murah. Tapi bar kui dikasih resep yg membunuh kantong, trus disuruh ke lab dengan biaya yang mahal. Ya karena ada kongkalikong antara obat, lab, dan dokter. Jadi dokternya disponsori gituuu...

    ReplyDelete
  8. ponari sweat
    aku malah mikir..
    kenapa ponari ga bikin aer dalam kemasan aja??
    biar ga pada ngantri berpuluh2 jam dan bisa menjatuhkan korban

    ReplyDelete
  9. hmm..

    mang susah kalo uda masalah keyakinan..


    btw yg tadi di sebut kyai di tempat dukun dewi itu bapaknya looh..

    bukan orang luar..


    jd bapaknya sendiri..


    gitu..




    prihatin ama keadaan bangsa ini..

    ReplyDelete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!