BU MENKES PUNYA CERITA UNTUK BANGSA INDONESIA

11:34:00 PM

PERHATIAN UNTUK PARA CALON DOKTER dan SEMUA ORANG INDONESIA!

Ini sangat penting dan sangat menarik!

Kemaren, aku nonton acara Kilas Balik Perkembangan Kesehatan (kalo ngga salah itu judulnya^^) di Trans7. Acara itu isinya tentang Bu Menkes, Bu Siti Fadillah Supari, bercerita tentang perkembangan kesehatan di Indonesia. Topiknya kemaren adalah ttg Flu burung. Tapi, yang perlu kita garis bawahi nggak cuma ttg flu burung, tapi tentang pervirusan, kesehatan dunia, dan WHO.

Bu Siti Fadillah bercerita:


Virus cacar (smallpox), secara global pertama kali diemukan ternyata justru di wilayah Indonesia, di Kalimantan. Pada tahun 1974, perusahaan dibidang farmasi, Biofarma, pertama kali mengeluarkan vaksin untuk virus cacar ini. Kemudian Indonesia terbebas dari virus ini. Tak lama kemudian WHO memprogramkan agar seluruh dunia bebas dari virus cacar.
Suatu hari dalam sejarah kita, WHO menyatakan bahwa dunia bebas dari virus cacar. Benar-benar bebas. Kemudian WHO berinisiatif untuk menghancurkan virus ini hingga keakar-akarnya agar tidak terulang lagi. Untuk mewujudkan hal tersebut WHO datang ke biofarma dan menghancurkan divisi cacar dari pabrik tersebut hingga habis. Segala sampel, virus, vaksin, dan semua yang ada dihancurkan hingga tidak bersisa.
Dunia memang bebas dari cacar waktu itu.
Tapi tiba2 pada tahun 2005, WHO mengeluarkan pengumuman. Bahwa telah tercipta suatu senjata biologis yang disebutnya smallpox. Yang tidak lain adalah virus cacar yang dulu pernah merebak. Dan semua negara dihimbau untuk membeli vaksin virus tersebut KE AMERIKA dengan HARGA YANG MAHAL!
Dan menurut, Bu Menkes, Indonesia hanya bisa diam, ngga mampu beli, begitu pula sebagian besar negara berkembang.

Bagaimana menurut kalian? Ternyata lembaga kemanusiaan sekelas WHO pun ternyata tetap ngga memihak pada kesehatan dunia sebagaimana seharusnya. Tetep aja mereka bernaung dibawah neokapitalis dan neo kolonialisme Amerika! Demi keuntungan!
Ternyata hal tersebut juga hampir terjadi dalam kasus flu burung. Indonesia memiliki jumlah korban flu burung terbanyak, otomatis, punya banyak sampel yang bisa digunakan untuk mengembangnkan vaksin virus ini. Sekalilagi WHO--dan Amerika--hendak memonopolli virus ini dan tidak memberi keuntungan apa2 bagi indonesia, tempat asal virus tersebut.Dan ini salah satu yg diperjuangkan Bu Menkes.

Sebagai seorang dokter, tindakan Bu Menkes memang seharusnya. Bu Menkes juga hendak menutup lab riset NAMRU --lab riset yg didanai Amerika di Jakarta--yang dianggap tidak memberi keuntungan apa-apa utk Indonesia.


Hal2 seperti ini perlu dicermati siapa aja, ngga cuma temen2 calon dokter. Khususnya buat yg mau riset diluar negeri atau sekolah diluar negeri. Jangan sampe hasil riset kita akhirnya diatas namakan orang asing. Padahal kita yang kerja keras. Apalagi kalo ternyata kita cuma dibodohi dan diperbudak untuk melakukan riset berbahaya bagi mereka.


Hal2 seperti itu sebenarnya umum terjadi kalo kita sekolah diluar negeri. Tapi alangkah lebih baiknya jika kita mempertimbangkan kembali maksud dan tujuannya. Yakinkan diri kita bahwa kita emang ngga dibodohin, bahwa kita bener2 dapet manfaatnya dan bisa berguna di masa depan. Jangan cuma tergiur janji2 dan jaminan2 manis. Supaya baik kita dan negara kita juga mendapat keuntungan yang setimpal.

Kita cinta negara kita kan???

You Might Also Like

1 comments

  1. oalah,
    ini ta...a
    aku baca
    novel the ring!!!!

    (lho kok the ring?? baca dulu komenku sampai selese! :P)

    ada dialog :
    "Video sunako ini seperti cacar.."

    "Jangan gila,, cacar telah dimusnahkan dari dunia ini.. suatu teknologi manusia yang telah mengenyahkan cacar.."

    Padahal aku bacanya waktu kelas 2, waktu cangkrangen!!!

    Hiehh..

    ayo Ndyk, jadilah dokter yang mengembangkan riset2 begitu2.

    Katanya ibuku yang orang awam, gak tau tingkat kevalidan nya berapa (hehe)
    Indonesia memang gengsi, waktu jaman dulu ada suatu bantuan imunisasi di Bantul , namun dihentikan karena Indonesia tidak mendaftarkan diri lagi ke daftar negara yang pantas mendapat bantuan,
    mungkin ingin mandiri? namun podo wae lho ya..
    mending kalu niatnya mandiri, lah kalu gengsi? (secara jaman dulu negara baru)

    sekarang aku tak begitu tau info2 kesehatan, namun aku mau googling habis baca tulisanmu.

    ReplyDelete

Tinggalkan pesan manismu disini yah..... =)
Yang ninggalin pesen sama manisnya ma yang nulis blog...
hahaha

Follow me on Instagram

Instagram

Share it!